PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 01 Juli 2014

Home > > Omzet Penjual Takjil Musiman Di Ngawi Mencapai Jutaan Rupiah

Omzet Penjual Takjil Musiman Di Ngawi Mencapai Jutaan Rupiah

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1435H

NGAWI™ Bulan puasa menjadi bulan penuh berkah memang benar adanya. Terutama bagi para pedagagang takjil musiman yang menempati area kawasan luar alun-alun merdeka Ngawi. Tak sedikit keuntungan yang mereka dapatkan. Sebut saja Endang Suprihatin (40) salah satu penjual takjil mengaku meraup penghasilan hingga Rp 5 juta setiap kali jualan.

“Kalau waktu kondisi cuaca terang dan kebetulan pembeli banyak ya penghasilan kita bisa sampai Rp 5 juta tetapi tidak setiap hari,” terangnya, Selasa (01/07).

Omzet jutaan tersebut kupasnya, menu takjil yang dijual memang beraneka mulai pepes ikan, garang asem ayam kampung, aneka gorengan, kolak, aneka es buah dan sate ayam maupun kambing. Dari sekian menu takjil yang cukup diminati pembeli jelas Endang, adalah pepes ikan mulai ikan teri sampai gurami dan garang asem.

“Paling banyak yang dibeli pembeli itu garang asem dan aneka pepes, kalau masalah harga ya standart,” katanya. Dirinya mengaku sudah sejak 4 tahun lalu berjualan menu takjil di kawasan alun-alun, bahkan rela meninggalkan pekerjaan rutinya sebagai penjual sembako dirumahnya. Demikian kata Istikhomah (35) warga Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi Kota, setiap kali bulan puasa tiba selalu menyempatkan diri jualan takjil.

Biasanya mereka mulai menyiapkan dagangannnya sekitar jam 2 siang. Seiring berjalannya waktu mendekati bedug magrib, semua pedagang sudah memenuhi deretan meja yang tertata berjajar, lengkap dengan aneka masakan matang yang sudah dibungkus. Keberadaan penjual dadakan takjil dengan aneka maskan dan minuman ini sangat membantu para pembeli, terutama bagi yang tidak sempat memasak sendiri.

Awalnya memang sangat mengganggu arus lalu lintas, terutama menjelang jam bedug magrib. Dengan pengaturan dan penataan lapak oleh pemerintah Kota Ngawi, akhirnya masalah kemacetan lalu lintas bisa terurai, pembelipun nyaman memilih menu yang diinginkan. Sambil menunggu waktu berbuka puasa, para pembeli bisa ngabuburit bersama keluarga atau teman mencicipi aneka masakan takjil.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda