PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 08 Agustus 2014

Home > > Dua Terduga Teroris Asal Ngawi Ditangkap Tim Densus 88

Dua Terduga Teroris Asal Ngawi Ditangkap Tim Densus 88

berita terkini terkait penanggkapan teroris di ngawi jawa timur

NGAWI™ Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap Guntur (45) warga Dusun Dungprawan dan Kardi (40), warga Dusun/Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren- Ngawi. Keduanya diduga bagian dari teroris jaringan Santoso CS. Penyergapan dilakukan selama tiga jam dengan bersenjata lengkap mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, (08/08).


Penangkapan dipimpin langsung oleh Kombes Pol Ibnu dan 10 orang anggotanya bersenjata lengkap. Dirumah Guntur tim Densus menemukan barang bukti berupa senjata laras pendek 1 pucuk jenis bareta dan amunisi 21 butir serta buku-buku panduan tentang jihad. Sedangkan dirumah Kardi ditemukan barang bukti berupa bendera mirip lambang ISIS (Islamic State Is Solution-Red) solarsel dan powersel.

“Guntur merupakan anggota jaringan teroris Santoso CS yang berperan sebagai donatur atau yang mendanai segala aksi kelompok Santoso CS di Poso. Dalam hal ini Guntur mempunyai anak buah yakni Kardi yang disuruhnya untuk membeli alat-alat seperti solarsel dan powersel yang rencananya akan dikirim ke Poso kepada kelompok teroris Santoso CS untuk pengisi daya listrik dihutan,” jelas Kombes Pol Ibnu disela-sela penggrebekan.

Jelasnya kepada wartawan, bahwa kedua warga Ngawi yang merupakan kelompok jaringan teroris Santoso CS adalah anggota yang sudah lama. Kedua anggota teroris langsung ditangkap dan diamankan di Mabes Polri.

“Kami masih akan mendalami dan melakukan pengembangan pada kelompok jaringan teroris ini,” tegasnya. Sementara menurut warga setempat Susetyo saat ditanyai wartawan mengatakan, Guntur pernah bekerja dikalimantan.

Sedangkan Kardi dalam kesehariannya merupakan penjual bakso bakar yang berjualan disekitar lingkungan desanya. “Dalam kesehariannya keduanya biasa saja, dengan masyarakat sini juga baik dan ramah. Tapi ndak tahu kok tiba-tiba ditangkap polisi katanya anggota teroris,” pungkasnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda

 
close
Banner iklan disini