PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 21 September 2014

Home > > UMKM Ngawi Komitmen Bina Industri Kecil Batik Jumput

UMKM Ngawi Komitmen Bina Industri Kecil Batik Jumput

sentra industri batik jumput jawa timur

NGAWI™ Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) dan Perindustrian Kabupaten Ngawi terus komitmen tingkatkan taraf perekonomian masyarakat. Berbagai kegiatan termasuk salah satunya pembinaan kemampuan dan ketrampilan home industry batik jumput terus digalakkan, terutama diwilayah yang khususnya diwilayah Industri Hasil Tembakau, (IHT).


“Kegiatan yang seperti dilakukan tersebut tidak lain sebagai tugas pokok kita guna mengembangkan terus dengan melakukan improvisasi usaha disekitar IHT,” terang Sofyan Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian, Jum’at kemarin (19/09).

Tujuan pembinaan sendiri antara lain meningkatkan perekonomian masyarakat dan alih profesi bagi pengusaha dan karyawan industri rokok.

Pembinaan ini dirasa begitu penting karena industri pertembakauan sesuai perjalananya semakin kritis. Jika tidak segera diantisipasi maka dapat menimbulkan ekses-ekses negatif baik secara sosial maupun ekonomi misal terjadinya pengangguran dan berkurangnya pendapatan masyarakat.

Diterangkan Sofyan, pada tahun 2014 ini pihak Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian akan melakukan pembinaan peningkatan keterampilan seperti Pelatihan pengolahan industri kecil aneka keripik, aneka kue dan roti, kerajinan kayu, konveksi, industri kecil tempe.

Dimana pembinaan tersebut diberikan kepada masyarakat yang sudah membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB). Sampai sekarang ini tersebar di berbagai wialayah kecamatan seperti Karangjati, Pangkur, Padas, Bringin, Kwadungan, Geneng, Paron dan Kendal.

Selanjutnya untuk lebih memperkuat Kelompok Usaha Bersama tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan peralatan produksi sehingga keterampilan yang diperoleh dari pelatihan benar-benar bisa diterapkan.

Sedang untuk menghindari agar alat-alat tersebut tidak mangkrak di kemudian hari maka Kelompok Usaha Bersama yang akan diberi pelatihan keterampilan dan bantuan peralatan tersebut sudah ada embrionya yang berproduksi secara rutin.
Advertorial


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda