PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 07 Oktober 2014

Home > > Dinkes Tak Cakap Mendata, Kasus Gizi Buruk Di Ngawi Meningkat Tajam

Dinkes Tak Cakap Mendata, Kasus Gizi Buruk Di Ngawi Meningkat Tajam

berita terkait kasus gizi buruk di Ngawi

NGAWI™ Potret buram terkait meningkatnya kasus gizi buruk di kabupaten Ngawi menjadi catatan tersendiri, betapa lemahnya penanganan pihak terkait. Sebut saja Alimatun Nur Azizah (3,5) balita penderita gizi buruk di Dusun Sumberagung, Desa Jati Gembol, Kecamatan Kedunggalar merupakan satu dari sekian ribu yang tak trerdata oleh pihak Dinkes setempat.


“Dinkes kedepanya harus lebih mengoptimalkan kinerjanya dalam mendata kasus gizi buruk. Sehingga keberadaanya mudah terdeteksi untuk dilakukan penanganan secara tepat dan cepat waktu,” terang ketua DPRD Kabupaten Ngawi Dwi Rianto Jatmiko atau biasa dipanggil Antok menyatakan keprihatinannya masih adanya kasus gizi buruk di Ngawi.

Menurutnya, kasus gizi buruk tersebut tidak hanya terjadi di satu titik wilayah melainkan sudah menyebar hampir seluruh wilayah yang ada di Ngawi. Dengan demikian paparnya, tenaga medis yang terjun ke bawah kalau perlu ditambah baik ilmu medis maupun segala fasilitas dilapangan.

“Terutama tenaga medis dilapangan perlu ditunjang kelengkapan yang sesuai standartnya dalam menangani gizi buruk termasuk ketika di posyandu,” kata Antok saat memberikan bantuan sosial kepada Alimatun Nur Azizah, kemarin (4/10). Ungkapnya, dari 19 kecamatan yang ada di wilayah Ngawi sampai pertengahan tahun 2014 tercatat 400 kasus gizi buruk.

Karenanya, eksekutif diminta segera bertindak cepat dalam penanganan gizi buruk. Apabila dipandang terkendala anggaran, maka pihaknya juga meminta eksekutif untuk mengusulkan tambahan alokasi anggaran.

“Kami melihat, penyediaan APBD tidak cukup besar, jika dibanding dengan tingkat bagaimana kita harus berupaya menyelamatkan masa depan anak-anak di Kabupaten Ngawi. Kita siap back up eksekutif untuk alokasi anggaran penanganan gizi buruk,” ujar politisi gaek dari PDIP.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



2 komentar:

Anonim mengatakan...

Jual ja kabupaten ngawi....

ngrayudan mengatakan...

Pemkab hrus peka terhadap masalah 2 d pdesaan .....
Kab ngawi adalah kab yg kaya tpi kok msih ad masyarakatnya yg terkena gizi buruk maksimalkan pemberdayaan alamnya

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda