PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 23 Oktober 2014

Home > > Gelanggang Olahraga (GOR) Bung Hatta Mulai Mengalami Kerusakan

Gelanggang Olahraga (GOR) Bung Hatta Mulai Mengalami Kerusakan

berita terkait gelanggang olahraga (GOR) kabupaten Ngawi

NGAWI™ Gelanggang Olahraga (GOR) Bung Hatta dijalan Soekarno-Hatta Ngawi, kondisinya kian memprihatinkan. Konon dalam pembangunan pertama yang melibatkan belasan rekanan, kini makin banyak ditemui fasilitas yang rusak diantaranya, atap GOR banyak yang bocor, dinding mengalami retak-retak, dan paving sekitaran GOR yang tidak rata serta tidak berfungsinya saluran airnya, (23/10).


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Gelanggang Olahraga (GOR) Dinas PU Bina Marga Cipta Karya Pembangunan dan Kebersihan (DPU BMCK) Kabupaten Ngawi Suprijadi saat dikonfirmasi terkait rusaknya sejumlah fasilitas mengatakan, bahwa GOR masih tahap pemeliharaan dan saat ini masih diperbaiki oleh PT Archicon Eka Rekadaya selaku pelaksana GOR tahap ketiga.

“Jadi kalau pun ada kerusakan sejumlah fasilitas GOR itu masih merupakan tanggung jawab rekanan,” terangnya.

Supri menuturkan, masa pemeliharaan GOR harusnya sudah selesai pada bulan Juli 2014 lalu. Namun, kata Supri, karena masih banyak kerusakan pada beberapa bagian GOR pihaknya menolak dan meminta rekanan untuk memperbaikinya dulu.

“Kami sudah menegor pihak rekanan agar segera menyelesaikannya, supaya cepat diserah terimakan kepada Dispariyapura yang nantinya selaku pengelola GOR. Intinya sebelum GOR diperbaiki secara maskimal dan sudah tidak ada kerusakan kami baru mau menerima,” ujarnya.
Dijelaskan, bahwa banyak faktor yang membuat GOR mengalami banyak kerusakan, salah satunya adalah waktu dan pelaksanaannya yang kejar-kejaran.

“Retaknya dinding GOR bukan retak struktur pekerjaan melainkan retak plesteran. Jadi karena dulu pekerjaan kejar-kejaran dan ada sebagian pekerjaan masih basah namun dipaksakan untuk mengerjakan yang lain akhirnya pada saat musim kemarau tiba dinding tidak kuat kemudian retak,” jelasnya.

Ditambahkan Supri, merampungkan GOR memang luar biasa beratnya. Diawali tahun 2009 lewat Detail Engineering Design (DED) sebagai perencanaan GOR sudah menelan biaya Rp 250 juta. Diteruskan kucuran anggaran dari Kemenpora tidak sesuai rencana awal yang disodorkan oleh Pemkab Ngawi saat itu dari Rp 23 miliar hanya disetujui Rp 11,5 miliar pada tahap pertama hanya sebatas pembangunan outdoor.

“Kemudian karena ada perubahan pada tahun 2013 lalu untuk pembangunan in door maka diambilkan dari DAU APBD senilai Rp 5,7 miliar jadi totalnya mencapai Rp 15 miliar lebih,” pungkasnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda