PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 25 Oktober 2014

Home > > Malam 1 Suro, Ribuan Pelaku Spiritual Padati Alas Srigati

Malam 1 Suro, Ribuan Pelaku Spiritual Padati Alas Srigati

berita terkait malam 1 suro di alas ketonggo atau srigati kabupaten Ngawi

NGAWI™ Masuk malam 1 Suro (1436 Hijriyah), Alas Ketonggo atau biasa disebut Srigati yang berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi dipadati wisatawan selain dari manca negara, juga wisatawan domestik seperti Madiun, Solo, Yogjakarta, Semarang, Kediri dan Jakarta. Mereka pada umumnya melakukan ritual mistis dibeberapa tempat yang konon diyakini disini pusatnya kekuatan magis, (24/10).

Tempat tersebut diantaranya adalah, Palenggahan Agung Srigati, Sendang MintoWiji, Sendang Drajat, Pertapaan Dewi Tunjung Sekar, Umbul Jambe, Sendang Penguripan, Kori Gapit, Kali Tempur Sedalem, dan Pesanggrahan Soekarno. Menariknya ritual kungkum (Berendam-red) di Kali Tempur Sedalem rata-rata pasti dilakukan pengunjung tepat tengah malam meski hawa dingin.

“Kalau melakukan ritual di Alas Ketonggo ini belum genap rasanya kalau tidak kungkum. Disini kita hanya berdoa minta berkah dan kesehatan kepada Maha Kuasa,” terang Mujiman seorang pengunjung asal Kota Solo.

Kemudian dari penelusuran yang ada ketika mengunjungi Kali Tempur Sedalem, dari sinilah terlihat jelas ditengah pertemuan dari dua sungai pengunjung saling berendam di air sambil menyalakan hio atau sejenis dupa.

Tambahnya, dirinya bersama keluarga mengaku setiap malam Suro selalu berkunjung ke Srigati untuk melakukan meditasi dengan harapan bisnisnya yang sudah dijalankan bertahun tahun selalu lancar.

Memang mendasar rumor yang ada bahwa Srigati ini dijadikan tempat tujuan seperti meminta pesugihan, ngalap berkah, meminta agar karirnya lancar sampai orang yang dirasa memiliki sedikit kemampuan untuk menarik senjata atau barang pusaka yang diduga banyak tersebar di tempat tersebut, dan ada juga yang meminta jodoh.

Sedangkan kata juru kunci Srigati, Mbah Marji atau biasa disapa Ki Among Jati, para pengunjung setelah sampai di tempat-tempat yang sakral langsung melakukan semedi. Adapun tata cara semedi jelas Mbah Marji dilakukan menurut keyakinan mereka masing-masing.

“Disini pengunjung mempunyai berbagai permintaan untuk dikabulkan dari Yang Maha Kuasa, seperti minta kesehatan, keselamatan dan masih banyak lagi dan jangan dianggap di Alas Srigati ini melakukan hal-hal yang menyimpang,” jelas Mbah Marji.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda