PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 03 Juni 2015

Home > > Peluncuran Buku Kumpulan Cerpen “Dewi Ganesha” Karya Suryadi

Peluncuran Buku Kumpulan Cerpen “Dewi Ganesha” Karya Suryadi

Berita foto video sinar ngawi terbaru: Inilah kumpulan cerita pendek karya Suryadil

SN™ Pare, Kediri–Buku kumpulan cerpen “Dewi Ganesha” karya Suryadi (Bintang Rina) diluncurkan di kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Pare, Kediri, Selasa (2/6). Sekitar 30-an peserta baik dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang datang dari Malang, Kediri, Tulungagung dan Nganjuk mengikuti acara sekaligus berdiskusi seputar proses kreatif pengarangnya.

“Saya menulis sudah sejak SMA. Beberapa kali naskah saya pernah tidak jelas nasibnya. Bahkan ditolak penerbit mayor, juga ada yang diplagiat orang lain,” katanya mengenang.

Menurut Suryadi yang berasal dari Kandangan, Kediri, naskah-naskah yang pernah ditulisnya juga banyak hilang, karena ketika itu belum memiliki tempat menyimpan yang aman.

Dia juga mengaku pernah kehilangan semangat menulis, akibat banyaknya ujian yang dihadapinya. Bahkan, istrinya terang-terangan mengatakan kurang tertarik dengan karyanya, sampai dibaca pun tidak.

“Semangat saya muncul kembali ketika mengenal FAM Indonesia, aktif ikut kegiatan FAM hingga percaya diri untuk menerbitkan buku cerpen ini,” ujarnya dengan senyum semringah.

Sementara Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela mengatakan, semangat yang dimiliki Suryadi harus ditiru generasi yang lebih muda. “Jangan mau kalah. Yang lebih tua saja sangat semangat berkarya, tentu yang muda harus lebih dari itu,” katanya.

Pada kesempatan itu Aliya Nurlela berbagi kiat menulis, di antaranya jangan pikirkan teori. “Nulis saja dulu. Seperti orang mau berenang, nyebur saja dulu ke kolam yang dangkal, nanti pelan-pelan bisa sendiri berenang,” katanya berfilosofi.

Selain itu, tuangkan apa saja yang ada dalam pikiran, konsisten menulis dan harus mempunyai keyakinan kelak akan mahir menulis. “Tekun, bersungguh-sungguh, dan mempunyai tekad melahirkan buku, minimal satu buku seumur hidup,” tambahnya. (rel)
Editor: Kun

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda