PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 19 September 2015

Home > > Jelang Hari Raya Kurban, Harga Sapi Lokal Anjlok - Harga Sapi PO melambung

Jelang Hari Raya Kurban, Harga Sapi Lokal Anjlok - Harga Sapi PO melambung

Tentang Hewan Kurban Di Ngawi: sapi jenis Peranakan Ongole (PO-red), yang justru harganya melambung hingga 25% dari harga normal

SN™ NGAWI-Jelang hari raya Idhul Adha 1436 H, para pedagang hewan kurban diwilayah Kabupaten Ngawi mengeluhkan anjloknya harga sapi khususnya jenis lokal. Masih menurut para pedagang, hal ini terjadi lantaran dipasaran kebanjiran sapi jenis Peranakan Ongole (PO-red), yang justru harganya melambung hingga 35% dari harga normal atau tembus pada kisaran Rp. 17 Juta per ekor untuk umur dewasa.

“Bisa jadi harganya akan terus hingga tiga kali lipat dari harga biasanya untuk jenis sapi PO ini,” salah satu pedagang, Joko Sasmito.

Ditambahkan pula, harga sapi jenis lokal justru banting harga yang sebelumnya berkisar Rp 9 juta kini hanya menyentuh Rp 7,5 juta hingga Rp 8 juta saja.

Sementara Kepala UPT Pasar Hewan Ngawi Hadi Santosa saat dikonfirmasi mengatakan, kenaikan harga sapid dan kambing jelang Idul Adha wajar.

Namun, tentunya harus tetap dikontrol, menurutnya, salah satu caranya dengan menyiapkan stok sapi dan kambing cukup untuk konsumsi. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya pelonjakan harga yang signifikan karena kelangkaan dipasar.

“Stok sapi di Kabupaten Ngawi saat ini dirasa masih mencukupi tingkat konsumsi lokal dibanding dengan jumlah populasi sapi sekitar 14.000 ekor. Seandainya, ada kekurangan pun itu sedikit,” ujarnya.

Pihaknya tidak memungkiri adanya kenaikan harga sapi yang mencapai dua juta lebih karena menurutnya semakin mendekati hari ‘H’ justru harga bisa lebih tinggi dipasaran.

“Ya itu memang harinya peternak untuk meraup keuntungan. Hanya saja kenaikannya diantisipasi jangan terlalu tinggi. Disisi lain, pihaknya melakukan pengawasan extra agar jangan sampai hewan berpenyakit dijual kepada masyarakat,” pungkasnya.
Pewarta: PR
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda