PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 01 Desember 2015

Home > > Hampir Dua Dasawarsa, 134 ODHA Di Ngawi Meninggal Dunia

Hampir Dua Dasawarsa, 134 ODHA Di Ngawi Meninggal Dunia

Di Ngawi Selama 14 Tahun Terakhir sebanyak 134 ODHA Meninggal

SN™ NGAWI-Sesui data dari Dinas Kesehatan (Dinkes), dalam kurun 14 tahun terakhir, Kabupaten Ngawi mengalami peningkatan hingga 283 kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Jaswadi, Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Ngawi menambahkan bahwa sejumlah kasus itu sebanyak 134 ODHA meninggal. Tambahnya, dari 19 kecamatan, wilayah Paron merupakan wilayah terbanyak kasus pendeita HIV/AIDS.

“Sesuai data yang ada memang setiap tahunya ada trend meningkat. Dan itupun dipengaruhi banyak faktor termasuk sex bebas,” terangnya.

Diakuinya, pandangan miring masyarakat terhadap HIV/AIDS membuat ODHA lebih memilih merahasiakan penyakitnya. Dan hal inilah yang menimbulkan kondisi ODHA makin memburuk karena tidak mendapat penanganan dini.

Baca Juga: Meningkat Tajam, Kasus HIV/AIDS Di Ngawi Didominasi Para Perantau

“Sekarang ini banyak sekali interaksi yang bisa menularkan virus HIV. Dengan adanya itu sangat kita harapkan kepada masyarakat memahami tentang penyakit itu sendiri,” urai dia lagi.

Menurut Jaswadi, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS terus dilakukan. Pun, warga yang merasakan gejala virus tersebut bakal diperlakukan khusus sejak berada di Puskesmas.

“Jika terdeteksi positif di pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT-Red), pengidap virus tersebut akan dirujuk ke RSUD dr Soeroto untuk mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV). Tujuannya memperlambat perkembangan virus, Pungkasnya.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda