PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 16 Januari 2016

Home > > Dewan Nilai Pengerjaan Proyek Renovasi Puskesmas Pitu Tidak Layak

Dewan Nilai Pengerjaan Proyek Renovasi Puskesmas Pitu Tidak Layak

Dewan Nilai Bangunan Puskesmas Pitu Buruk

SN™ NGAWI-Dalam sidaknya beberapa hari lalu, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Ngawi memberi catatan khusus bagi sejumlah proyek yang dileading sektori Dinas Kesehatan (dinkes) setempat. Sidak yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Ngawi Slamet Riyanto itu mengecek tiga lokasi, yakni proyek Puskesmas Geneng, Mantingan dan terakhir proyek yang dinilai paling buruk yaitu Puskesmas Pitu.

“Untuk temuan dari ketiga puskesmas yang paling buruk adalah puskesmas pitu, rekanan terkesan asal-asalan mengerjakan proyek tersebut. Untuk lainnya hanya terkait keterlambatan, dan sudah diberikan sanksi denda,” ujarnya.

Ketiga puskesmas tersebut, dianataranya puskesmas geneng senilai Rp 2,14 milliar bersumber dari APBD tahun anggaran 2015 dikerjakan oleh CV Poerwani Kusuma Jaya, puskesmas mantingan senilai Rp 1,3 milliar bersumber dari APBD tahun anggaran 2015 dikerjakan CV Trinil Indah, puskesmas pitu senilai Rp 330 juta bersumber dari APBD tahun anggaran 2015 dikerjakan CV Kartika Jaya.

Dijelaskan Slamet, pihaknya menilai pekerjaan proyek renovasi gedung puskesmas pitu yang dikerjakan CV Kartika Jaya sangat tidak layak dan terkesal asal-asalan. Karena kata dia, dilihat dari kasat mata saja proyek tersebut sudah tidak patut. Meski sudah selesai 100 persen, pihaknya merekomendasikan agar proyek tersebut direvisi secara total dalam bulan januari ini.

“Harusnya pihak dinkes jangan terima proyek seperti itu, proyek asal-asalan seperti itu kok diterima. Meski sudah selesai kami tetap meminta agar proyek itu direvisi bulan ini (januari 2016-red), bulan februari kami akan kembali ke sana untuk mengecek sudah direvisi belum,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya meminta kepada dinkes untuk lebih selektif terhadap rekanan yang tidak memiliki kapabilitas yang jelas dan tidak bertanggung jawab seperti rekanan yang mengerjakan puskesmas Pitu tersebut.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda