PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 13 Agustus 2016

Home > > Gelar KKN, Mahasiswa-Mahasiswi UMM Tanamkan Pentingnya Pendidikan

Gelar KKN, Mahasiswa-Mahasiswi UMM Tanamkan Pentingnya Pendidikan

UMM laksanakan KKN di Desa Umbulrejo Ngawi

SINAR NGAWI™ Jogorogo-Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 10 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan lomba antar Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), di Desa Desa Umbulrejo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi. Ketua panitia pelaksana, Pandu Nur Husna, menerangkan, selain itu juga diadakan lomba cerdas cermat, lomba adzan, baca puisi, Pildacil (Pilihan Da’I Kecil) dan fashion show.

“Kami dari Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 10 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berinisiatif sendiri untuk mengadakan lomba ini, dengan tujuan membangkitkan kembali api-api semangat belajar mereka.” Terang dia.

Masih menurutnya, meski jauh dari perkotaan serta minimnya fasilitas, Namun, tak menyurutkan semangat dan kesabaran dari Mahasiswa-MahasiswiI Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menanamkan pemahaman betapa pentingnya pendidikan di Sekolah dan duaTPA yang ada di Desa Umbulrejo, Kecamatan Jogorogo, KabupatenNgawi, JawaTimur.

Masih ditempat yang sama, Nurotul Sofi A. L, selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan bahwa di Desa ini jarang sekali ada Lombaantar TPA. Maka dengan adanya kegiatan ini maka perlu dilakukan agar bisa melihat sejauh mana batas kemampua nanak-anak di sini.

“Sayamelihatanak-anak di sini meskipun memang tinggaldi desa, tapi merekai tumenyerap ilmu-ilmu yang diajarkan dan cara mereka membaca Al-Qur’an itu menurut saya sudah bagus,” terang Nurotul Sofi A. L.

Sementara dalam acara cerdas cermat, dikhususkan untuk Siswa-siswi kelas tiga sekolah dasar saja. Mereka harus melewati tahapan-tahapan yang dipandu oleh Dadang Ari Minandar selaku MC (Master of Ceremony) yang kadang mengundang gelak tawa lantaran sama sekali tak bisa berbahasa Jawa ini.

“Menurut saya sendiri, pribadi sih sebagai MC memang itu sebagai suatu kendala. Karena saya terlahir di Kalimantan dan tak bisa berbahasa jawa. Bukan tak bisa, tapi belum bisa,” akunya.(Rezqq)
Editor: Kuncoro

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda

 
close
Banner iklan disini