PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 08 Maret 2017

Home > > Menteri Arman Fokuskan Serapan Gabah Petani Di Ngawi

Menteri Arman Fokuskan Serapan Gabah Petani Di Ngawi

Mentan lakukan panen raya di Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Dalam lawatan kerjanya di Ngawi, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan panen raya dan penyerapan gabah langsung ke petani musim panen padi pertama. Kunjungan Mentan ke Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi, tersebut juga merupakan bagian dari safari dibeberapa wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

“Kami hadir di Ngawi ini sesuai perintah presiden untuk melakukan penyerapan gabah langsung ke petani sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah-red). Dan alhamdulilah sekarang petani sudah menikmati,” ujar dia.

Diakuinya, wilayah Ngawi merupakan salah satu kabupaten dari sembilan kabupaten di Jawa yang menjadi fokus konsentrasinya untuk dilakukan penyerapan gabah langsung ke petani. Mengingat, selama musim panen ini petani mengeluhkan harga gabah jauh dibawah HPP.

Dari hasil monitoring Kementan, harga Gabah Kering Panen (GKP) di sembilan kabupaten itu anjlok pada kisaran harga Rp 3.200-3 600 per kilogram. Padahal, sesuai Inpres Nomor 05 Tahun 2015, HPP untuk GKP Rp 3.700 per kilogram. Tujuan kunjungan kerja itu adalah untuk penyelamatan harga gabah petani bekerja sama dengan Bulog, PT Pertani, dan TNI agar petani tidak merugi.

“Untuk di Ngawi sendiri ada solusinya sudah ada gudang Bulog. Dengan demikian hasil panenanya nanti tidak kemana-mana bisa langsung diserap oleh Bulog,” jelas Andi.

Ditempat yang sama Marsudi Kepala Dinas Pertanian (Distan) Ngawi menjelaskan, permasalahan petani sekarang ini tidak sebatas pada harga gabah melainkan bagimana memikirkan proteksi si petani itu sendiri terhadap dampak cuaca ekstrim. Akibat perubahan iklim seringkali berdampak pada mutu hasil produksi petani padi seperti yang terjadi sekarang ini.

“Solusinya jelas pada peningkatan progress asuransi petani yang harus ditingkatkan. Seperti di Ngawi sendiri ada sebagian wilayah yang kerap dilanda banjir maka alangkah baik jika mereka segera mungkin menjadi peserta asuransi pertanian,” terang Marsudi.

Mengenai serapan gabah urai Marsudi, peran Bulog sekarang sudah terbuka lebar untuk melakukan penyerapan gabah langsung ke petani. Atas dasar pertimbangan tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Perpres nomor 20 tahun 2017 tentang perubahan Perpres nomor 48 tahun 2016.

Menurut Perpres ini, dalam rangka pelaksanaan penugasan kepada Perum Bulog khusus untuk komoditas gabah dan beras, kewenangan dilimpahkan kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian tentunya dalam hal ini Kementan.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda

 
close
Banner iklan disini