PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 06 Oktober 2017

Home > > Komisi III DPRD Ngawi Intruksikan Pembenahan Proyek Konservasi Bulus Tawun

Komisi III DPRD Ngawi Intruksikan Pembenahan Proyek Konservasi Bulus Tawun

Konservasi bulus tawun Ngawi

SINAR NGAWI ™ Ngawi-Merasa prihatin akan pelaksanaan proyek konservasi bulus yang berada dikawasan taman pemandian Tawun, masuk Desa Tawun Kecamatan Kasreman, komisi III DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak. Mendasar hasil sidak terhadap proyek senilai Rp 180 juta lebih bersumber APBD 2017, masih ditemukan beberapa kekurangan untuk segera diperbaiki maupun dibenahi kembali.

“Memang ada temuan terkait pekerjaan proyek ini yang masih di bawah tanggungjawab pihak ketiga (CV Bina Kontruksi-red) yang artinya dalam masa pemeliharaan.” kata Supeno, Ketua Komisi III DPRD Ngawi amis (05/10).

Tambahnya, dari hasil pengamatan langsung ke lokasi proyek memang kondisi rongga British Reinforced Concrete (BRC) atau pagar siap pasang terbuat dari material besi dengan tembok penyekat lokasi telur bulus harus dirubah.

Mengingat hal ini jangan sampai rongga yang dimaksudkan terlalu longgar mencapai 20 centimeter dan diturunkan lagi sampai 10 centimeter dengan tembok penyekat.

Ditempat yang sama Yulianto Kusprasetyo Kepala Disparpora Ngawi selaku leanding sektor pekerjaan dua proyek tempat konservasi bulus menandaskan, terkait temuan maupun rekomendasi Komisi III akan ditindaklanjuti secepatnya dengan pihak rekanan.

Selain itu katanya, disekitar rongga BRC memang bakal ditanami tanaman penghijauan untuk lebih memproteksi keberadaan ratusan bulus bertelur ditempat konservasi.

Mengingat keberadaan telur bulus sangat dijaga keberadaanya jangan sampai ada oknum yang melakukan tindak pencurian.

Hanya saja proses penanaman tanaman penghijauan sendiri masih terkendala cuaca mengingat baru memasuki musim penghujan.

“Apa yang ditemukan oleh rekan-rekan dewan akan kami tindaklanjuti ke pihak ketiga karena masih dalam tahap pemeliharaan. Dan pastinya akan dilakukan secepatnya tidak mengulur waktu lagi,” ungkap Yulianto Kusprasetyo.

Pungkasnya, dengan dibangunya tempat konservasi di lokasi wisata Tawun pada dasarnya guna menjaga populasi bulus terutama jenis Amyda Cartilaginea dari kepunahan.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda