PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 10 Oktober 2017

Home > > Komisi IV DPRD Ngawi Pantau Mega Proyek Jembatan Watualang

Komisi IV DPRD Ngawi Pantau Mega Proyek Jembatan Watualang

Jembatan Watualang Ngawi

SINAR NGAWI ™ Ngawi-Meski progres telah mencapai 100 persen, proyek multiyears jembatan Watualang senilai puluhan miliar yang melintang di atas Bengawan Solo dengan panjang 100 meter yang menghubungkan Kecamatan Pitu dengan Kecamatan Ngawi, Komisi IV DPRD Ngawi akan secara rutin akan memantau hingga serah terima pekerjaan.

“Jembatan ini posisinya memang strategis untuk mendukung kawasan industri yang berada di wilayah Kecamatan Pitu. Jadi, kami secara berkala sejak awal dimulainya proyek pada 2015 lalu terus memantau langsung pekerjaan jembatan itu, jangan sampai setelah diserahkan ke Pemkab Ngawi dari pihak rekanan kwalitasnya jauh dari harapan,” terang Slamet Riyanto Ketua Komisi IV DPRD Ngawi.

Tandasnya, pada kegiatan inspeksi mendadak (sidak) pada pekan lalu bersama Komisi IV DPRD Ngawi tidak ada temuan yang cukup signifikan justru terpantau lancar sejak tahun awal pekerjaan.

Hanya saja pinta Slamet, pihak rekanan (PT Satwiga Mustika Naga-red) wajib bertanggung jawab jika sewaktu-waktu ada kerusakan. Pihaknya mengkhawatirkan adanya kerusakan dengan pergantian musim kemarau ke musim hujan.

“Jika ada kerusakan itu sudah menjadi tanggungjawab rekanan karena masih berada ditahap pemeliharaan. Jangan sampai rekanan sendiri seenaknya dan sejak awal kami meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) tetap memberi penegasan dan memonitoring kepada rekanan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Ngawi Hadi Suroso mengatakan, untuk jembatan Watualang sudah selesai dikerjakan.

Terkait anggaran, jembatan Watualang dikerjakan selama tiga tahun sesuai tahapanya.
Untuk tahap pertama 2015 lalu, pemasangan pondasi yang membentang ditengah aliran Bengawan Solo telah menyerap anggaran tidak kurang dari Rp 5 miliar.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda