PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 10 Desember 2017

Home > > Festival Durian, Warga Berprestasi Dapat Penghargaan Bupati Award 2017

Festival Durian, Warga Berprestasi Dapat Penghargaan Bupati Award 2017

Festival durian di desa Karnggupito Kendal Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Festival Durian sekaligus pemberian penghargaan kepada tokoh masyarakat dari semua elemen yang telah berdedikasi, inovatif dan berprestasi sesuai bidangnya dalam mengisi kemajuan pembangunan di Kabupaten Ngawi dalam rangka Bupati Award 2017, digelar di Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi.

“Bupati Award tersebut suatu kegiatan dimana Bupati Ngawi bakal memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat di kabupaten Ngawi sekaligus dikemas dalam festival durian,” terang Kabul Tunggul Winarno Kepala DPMD Kabupaten Ngawi.

Tambahnya, penghargaan yang diberikan bupati tersebut nantinya diberikan kepada tokoh agama, kepemudaan, tokoh masyarakat, budayawan, pengusaha muda maupun para interpreneur muda yang telah berinovasi total secara kompetitif.

“Pada intinya bagi mereka yang telah memberikan kontribusi bagi akselerasi pembangunan di wilayah Ngawi sesuai bidangnya masing-masing,” tembahnya kemudian.

Sedangkan, terkait Festival Durian ulasnya, sebagai langkah riil memberdayakan masyakarat lokal desa bersaing secara ekonomi dengan memanfaatkan hasil produksi baik pertanian, perkebunan maupun lainya.

Tentu antara desa satu dengan lainya produk yang dihasilkan ada perbedaaan mengacu pada letak geografis dan sistem perekonomian lokal.

“Bicara Festival Durian itu sebetulnya hanya brand yang ditampilkan mengingat kawasan Kecamatan Kendal khususnya Desa Karanggupito memang satu wilayah desa penghasil buah durian. Tidak salahnya dilakukan inovasi olahan berbahan dasar durian tentu dengan cipta rasa yang khas tetapi goldnya nanti adalah menuju one village one product (OVOP-red),” urai Kabul.

Program OVOP menurut Kabul, adalah pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kelas global yang unik khas daerah dengan memanfatkan sumber daya lokal dari 213 desa yang ada di wilayah Ngawi.

Dengan demikian tujuanya nanti tidak lain untuk menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif lokal, dari sumber daya, yang bersifat unik khas daerah, bernilai tambah tinggi, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, memiliki image dan daya saing yang tinggi. Muaranya, meningkatkan Industri Kecil Menengah (IKM) berdaya saing dipasar domestik dan global.
Pewarta: Kun/sOn
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda