PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 22 Maret 2018

Home > > Rencana Ganti Nama Stasiun Paron Menjadi Stasiun Ngawi Diamini DPRD

Rencana Ganti Nama Stasiun Paron Menjadi Stasiun Ngawi Diamini DPRD

Stasiun Paron Ngawi

SINAR NGAWI™ Ngawi-Lepas permasalahan setuju tidaknya dari rencana melepas nama Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi pihak wakil rakyat daerah setempat angkat bicara. Sarjono Wakil ketua DPRD setempat menjelaskan, rencana penggantian nama tersebut ada keterkaitan dengan empat indikator yang diusung oleh Pemkab Ngawi untuk segera dituntaskan bersama lembaga legislatif.

“Dari hasil pembahasan empat indikator itu menjadikan kita menanyakan ke Pemkab Ngawi kenapa nama Stasiun Paron diganti. Meskipun itu sifatnya usulan ternyata kita mengetahui pada prinsipnya memang ada keterkaitan dengan realisasi jalan tol dan harus bisa diaplikasikan dengan sarana lainya khususnya stasiun itu,” terang dia.

Tambahnya, indikator pertama, menyangkut langsung penggantian nama dari Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi disusul Pemkab Ngawi ingin mengajukan interchange jalan tol yang ada disekitar Terminal Kertonegoro tepatnya di Jalan Soekarno Hatta.

Kemudian lokasi di wilayah Kecamatan Widodaren sehingga tidak mematikan jalur maupun lintasan perekonomian dikawasan tersebut. Usulan itu sudah disampaikan ke Dirjen PUPR.

Selanjutnya ketiga tentang pengelolaan rest area tol yang seharusnya melibatkan Pemkab Ngawi agar warga masyarakat bisa memperkenalkan produk-produk unggulan dari Kota Ngawi.

Dan terakhir tentang jembatan penyeberangan baik overpass maupun underpass antara jalan-jalan sekitar tol segera diselesaikan.

Tandasnya, rencana penggantian nama stasiun tidak serta merta hasil usulan maupun yang diusung dari eksekutif (Pemkab Ngawi) tetapi rencana tersebut sudah diamini DPRD Ngawi.

Menyusul penggantian nama stasiun menurut Sarjono legislator dari Partai Golkar ini tidak merubah fungsi dan tidak menyebabkan dampak apapun. Dalam artian dampak ekonomi, sosial serta sistem pengelolaan manajemen stasiun.

“Kalau jadi nama Ngawi maka orang luar daerah yang kebetulan melintas jadi akan tahu. Dan itu sudah menjadi tujuan kita bagian dari promosi yang kita bawa ke daerah-daerah selama ini termasuk pariwisata, tata kelola pembangunanya maupun target-target perekonomian kedepan untuk Ngawi ini,” pungkasnya.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda