PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 02 Januari 2022

Home > > Usaha Sablon Manual Tetap Eksis Di Era Yang Serba Digital

Usaha Sablon Manual Tetap Eksis Di Era Yang Serba Digital

Usaha sablon di Ngawi

SN-Media™ Ngawi-Usaha sablon konvensional , ternyata mampu bertahan ditengah era yang serba digital. Beberapa konsumen meyakini, bahwa sablon manual lebih awet, warta tak cepat memudar serta tahan lama.

Rahmad Edi Susilo (42), asal Ngronggi Grudo Ngawi, pemilik usaha sablon manual di Ngawi yang rumah produksinya diberi nama Tim Surogodog, sudah menekuni selama 5 tahun lebih. 

Dengan mempekerjakan 4 karyawan, dirinya mengaku enggan beralih ke sablon digital, karena basis pelanggannya merasa puas dengan hasil cetakan sablon manual. 

Masih menurut Rahmad, dengan menggunakan tinta warna plastisol thailand masih diminati, dikarenakan hasilnya yang lebih menarik. Tinta plastisol mempunyai kualitas yang sangat baik, kuat dan tidak mudah pudar. 

Jika dikenakan kepada kaos, sablonnya akan tahan lama, warnanya lembut dan tidak mencolok, permukaan kaos tetap lembut dan aman dicuci dengan sering dan dikeringkan dengan mesin pengering. Untuk bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sablon kaos didapatkan dari Jogja dan Bandung.

Dengan pemasaran memanfaatkan media sosial, pemesan banyak datang dari lokal kota Ngawi, Ponorogo dan Kediri, sedangkan luar Jawa seperti Samarinda, Bangka Belitung dan Batam. 

Saat ini, Rahmad memperluas usahanya, selain sablon kaos manual, juga melayani kaos dan kemeja bordir. Selanjutnya diharapkan pihak terkait di Ngawj dapat membantu memfasilitasi usahanya, utamanya akses permodalan.  

Pewarta: tim/dAm
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda