PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 29 Desember 2022

Home > > Pasca Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan Di Ngawi Turun Tipis 1,4 Persen

Pasca Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan Di Ngawi Turun Tipis 1,4 Persen

Dwi Riyanto Jatmiko

SN-Media™ Ngawi-Tingkat kemiskinan selama perjalanan tahun 2022 yang terjadi di Kabupaten Ngawi, sebesar 14,15% yang turun tipis sekitar 1,4% bila dibandingkan pada tahun 2021 silam yang mana angka kemiskinan mencapai 15,57 persen.

Dwi Rianto Jatmiko, Wakil Bupati Ngawi mengatakan bahwa jika dilihat dari sisi penanganan kemiskinan, tahun 2022 ini terkategorikan lebih baik dikarenakan mencapai keberhasilan 100% target dari yang direncanakan, sedangkan untuk tahun 2021 hanya tercapai 30 - 40 %. 

“Tahun 2021 dan 2022 merupakan dua tahun yang penanganan kemiskinannya terkendala refocusing covid-19, sehingga sumber pendapatan asli daerah (PAD) seperti dari sektor retribusi belum optimal.,” terang Antok, sapaan akrab Wabup Ngawi. 

Antok juga berharap, pada tahun 2023, diharapkan penanganan kemiskinan yang lebih sistematis, terarah, tepat waktu dan tepat sasaran. 

Berbagai upaya akan dilakukan Pemkab Ngawi untuk mencapai tujuan tersebut, diantaranya akan dilakukan verifikasi dan validasi data turunan dari pusat yaitu P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem), yang didalamnya sudah mengadopsi data sosial ekonomi sensus awal. 

Diketahui, masih ada sekitar 12.300 data kemiskinan, yang terbagi menjadi 2 golongan, yaitu golongan yang sama sekali tidak masuk kedalam DTKS dan golongan sudah masuk DTKS namun belum menerima bantuan apapun. 

Data tersebut akan dipadukan dengan data yang dimiliki daerah, sehingga muncul sasaran untuk diberikan intervensi pangan, sektor air bersih, kesehatan atau rumah layak huni, dan lain-lain, sesuai kebutuhan warga tersebut. 

“Menekan angka kemiskinan di tahun 2023 yang akan datang, seharusnya lebih mudah terealisasi, seiring meningkatnya PAD pasca terjadinya pandemi global covid-19,” pungkasnya.  

Pewarta: dam
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda