PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 14 Desember 2022

Home > > Revegetasi Dan Pemanfaatan Tananaman Pangan Untuk Lahan Pasca Tambang

Revegetasi Dan Pemanfaatan Tananaman Pangan Untuk Lahan Pasca Tambang

Bekas Tambang Di Ngawi

SN-Media™ Ngawi-Seiring perkembangan aktivitas pertambahan di Ngawi, hal ini memicu konversi lahan pertanian menjadi non pertanian begitu juga sebaliknya akan konversi lahan non pertanian menjadi lahan pertanian yang berasal dari lahan bekas tambang.

Terdorong agar lahan bekas eksploitasi tambang dapat dilakukan reklamasi menjadi lahan pertanian, Pemkab Ngawi gelar sosialisasi reklamasi dan pemanfaatan lahan bekas tambang, berlangsung di gedung Command Center Pemkab Ngawi pada Rabu, (14/12/2022). 

Dalam keterangannya, Sri Widodo, Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Ngawi, mengatakan bahwa aktivitas pertambangan di Ngawi tidak dipungkiri berakibat adanya indikasi penurunan kualitas lingkungan seperti mata air mati, sumur gali berair keruh, polusi udara, longsor skala kecil dan erosi top soil. 

Namun demikian, urai Widodo kemudian, di sisi lain aktivitas pertambangan dapat berdampak positif memunculkan peluang pemanfaatan lahan marginal menjadi lahan pertanian karena terjadi perubahan morfologi lahan akibat aktivitas tambang. 

“Saat ini terdapat lahan tambang di 6 kecamatan di Ngawi seluas 300,49 hektar yang sebagian telah dieksploitasi, namun sudah dilakukan reklamasi, yang sebagian besar menjadi lahan pertanian,” terang dia. 

Terpisah, Frennyta kusumawardani, Inspektur Tambang wilayah Jawa Timur, menyampaikan bahwa reklamasi harus dilakukan untuk menyelamatkan lahan bekas tambang yang rusak. 

“Reklamasi merupakan kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya,” terangnya. 

Sementara, peluang pemanfaatan lahan bekas tambang untuk lahan berlereng terjal, di daerah dataran tinggi, seperti di Ngrambe dan Sine, diarahkan untuk menjadi lahan revegetasi tanaman industri sedangkan lahan tambang berlereng datar, seperti di Ngawi, Pitu, Kedunggalar dan sekitarnya, diarahkan menjadi lahan pertanian tanaman pangan. 

Pewarta: Dam
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda