PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 15 April 2012

Home > > Bocah SD Tewas Tenggelam Di Bengawan Solo

Bocah SD Tewas Tenggelam Di Bengawan Solo

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | tentang | LPSE ngawi |Seorang siswi SD yang baru duduk di kelas lima ditemukan tewas tenggelam di Bengawan Solo, Minggu siang (15/4). Korban adalah Mutiara Rahmadhani (11 th), warga RT 01/RW 04 Dusun Bate, Desa Kebon, Kecamatan Paron, Ngawi.

Informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa yang menimpa anak pertama dari dua bersaudara pasangan dari Sungkowo (42 th) dan Tutik (35 th) itu, bermula saat korban sekitar pukul 08.30 WIB diajak beberapa temanya mandi dipinggir Bengawan Solo.

Korban langsung menerima ajakan teman sebayanya yakni Reli, Wahyu dan Yoga, ketika ketiga temanya sudah mulai asyik bermain air korban hanya duduk-duduk dipinggiran Bengawan Solo dengan alasan tidak bisa berenang.

Saat itulah korban terpeleset jatuh ke aliran Bengawan Solo yang saat itu lagi banjir, korban sudah berusaha teriak dengan melambaikan tangan pertanda dirinya tenggelam.

Namun, ketiga bocah lainya tidak mampu berbuat banyak karena korban langsung tenggelam diterjang derasnya aliran Bengawan Solo. “Tya (panggilan akrab dari korban-red) tiba-tiba terpeleset masuk ke air dan tidak muncul lagi ke permukaan,” terang Yoga, bocah lelaki teman korban.

Menurut Nuri (35 th) seorang warga yang tidak jauh dari rumah korban dan merupakan salah satu saksi mata menjelaskan, saat dirinya hendak melihat mesin diesel yang ada di sawah melihat ketiga bocah duduk dipinggiran Bengawan Solo dengan wajah ketakutan.
Setelah ditanya ketiga bocah tadi menyebutkan Tya (korban) tenggelam saat mandi dan lama tidak muncul ke permukaan air.

“Langsung saja saya menjeburkan diri untuk mencari korban dilokasi tersebut, tetapi setelah saya tidak menemukan akhirnya saya meminta bantuan warga lainya untuk ikut mencari keberadaan korban.

” beber Nuri. Setelah melakukan pencarian sekitar tiga jam lebih, sekitar pukul 12.00 WIB tubuh korban berhasil ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Melihat anaknya tewas, kedua orang tua korban langsung berteriak histeris sambil menyebut nama anaknya yang tewas itu. “Setahu saya korban memang baru kali ini mandi di Bengawan Solo itu meskipun dekat dengan rumahnya,” tambah Nuri.

Jenasah korban langsung dibawa ke RSUD Dr Soeroto Ngawi guna di otopsi untuk mengetahui penyebab kematianya. Setelah diyakini penyebab dari kematianya, jenasah korban langsung disemayamkan ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU setempat.

Sementara Kapolsek Paron, AKP Sukisman, membenarkan kematian korban setelah tenggelam di Bengawan Solo saat mandi bersama ketiga temanya. “Karena korban ini tidak bisa berenang maka langsung tenggelam dan lokasinya saat korban mandi memang agak dalam,” tegas AKP Sukisman. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda