PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 09 April 2012

Home > > Seorang Remaja Putri Nekat Terjun Dari Atas Jembatan Mantingan

Seorang Remaja Putri Nekat Terjun Dari Atas Jembatan Mantingan

| NGAWI SINAR NGAWI | portal pemberitaan Ngawi|Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | tentang |Ririn Mayasari, 16 th, warga Dusun Kalongan, Desa Cemeng, Kecamatan Sambung Macan-Sragen nekat mengakhiri hidupnya dengan terjun dari atas jembatan Mantingan, Kecamatan Mantingan-Ngawi pada Minggu, (8/4), sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban seketika itu langsung terseret arus Bengawan Solo hingga sampai saat ini jasadnya masih belum diketemukan oleh keluarganya. Ririn Mayasari yang juga seorang pelajar kelas X disalah satu SMEA PGRI di Sragen diketahui nekat melakukan perbuatan konyol setelah pihak keluarganya dihubungi dari Polsek Sambung Macan – Sragen pada malam itu setelah terjadinya peristiwa. Kedua orang tuanya Mugino dan Parmi mendengar kabar putri pertamanya bunuh diri langsung menangis histeris.

Menurut Samidi salah satu tetangganya menjelaskan kronologinya, dimana pada hari yang nahas tersebut sekitar pukul 08.00 WIB, Ririn Mayasari diajak pacar lamanya yang berinisial AJ, 17 th, warga Dusun Munggur, Desa Plumbon, Kecamatan Sambung Macan untuk jalan-jalan ke Sarangan setelah pulang pada sore bukanya pulang ke rumah melainkan menuju jembatan Mantingan yang menghubungkan ke Kecamatan Karanganyar-Ngawi.

“Kemungkinan dari Sarangan sudah terjadi perselisihan keduanya, setelah sampai diatas jembatan Mantingan itu terjadi percekcokan dan terjadilah peristiwa tersebut,” terang Samidi. Lanjut Samidi, sebelumnya ajakan AJ oleh korban ditolak mentah-mentah dengan alasan sudah tidak menjadi pacarnya.

AJ ternyata tidak kehilangan akal juga dengan penolakan mantan kekasihnya itu, tidak berselang lama AJ meminta bantuan terhadap teman perempuanya yakni DY, 16 th, yang menjadi sahabat karib korban sebelumnya untuk membujuk agar korban mau diajak AJ untuk jalan-jalan.

Namun ada kesaksian yang cukup tragis dari Lamin,35 th, warga sekitar jembatan Mantingan yang mengaku mengetahui persis terjadinya peristiwa yang cukup menggemparkan warga ini. Lamin yang tuna wicara ini dengan bahasa isyaratnya menunjukan bahwa ada seorang remaja putri jatuh dari jembatan Mantingan setelah ditendang oleh seorang lelaki muda saat dirinya naik sepeda onthel dekat lokasi kejadian.

Sambil menunjukan lokasi jatuhnya korban dari atas jembatan, Lamin menjelaskan setelah kejadian jatuhnya korban melihat lelaki muda langsung melarikan diri ke arah selatan dengan sepeda motornya. Tambah Lamin, dirinya langsung mengejar korban yang terseret arus deras Bengawan Solo dari pinggir hingga beberapa puluh meter jauhnya akan tetapi gagal juga usaha Lamin untuk menolong korban.

Sampai berita ini diturunkan ratusan warga dari Desa Cemeng, Kecamatan Sambung Macan-Sragen masih mencari keberadaan Ririn Mayasari yang kemungkinan sudah meninggal terbawa derasnya arus Bengawan Solo yang saat itu banjir tanpa bantuan tim SAR.

Dibeberapa titik sepanjang aliran Bengawan Solo seperti di jembatan Nglondan sampai jembatan Ngunengan Kecamatan Pitu-Ngawi para warga memantau bilamana jasad korban diketemukan tetapi sampai hari Senin, (9/4), sekitar pukul 16.00 WIB keberadaan korban masih misterius.

Terkait aksi yang dilakukan Ririn Mayasari dari atas jembatan Mantingan, Kapolsek Mantingan AKP Suroso menerangkan memang pada malam itu menerima laporan dari keluarga korban bahwa Ririn Mayasari telah jatuh dari atas jembatan Mantingan.

“Kita masih mengembangkan peristiwa yang terjadi semalam itu apakah benar korban ini meninggal jatuh dari atas jembatan ataukah ada unsur lain, yang jelas korban belum ditemukan sampai saat ini,” jelas AKP Suroso, Kapolsek Mantingan. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda