PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 28 Juli 2012

Home > > Kemarau Panjang, Petani Melon Ngawi Berjatuhan

Kemarau Panjang, Petani Melon Ngawi Berjatuhan

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |KABUPATEN ™ Sejumlah petani di Kabupaten Ngawi, terancam gagal panen akibat kekeringan yang mengakibatkan buah melon tak bisa berkembang serta batang mengering. Bahkan beberapa diantaranya harus pasrah dan membiarkan begitu saja kebon melonnya yang memang sudah tak bisa diharapkan lagi (28/07).

Seno (48), warga watualang Ngawi ini mengaku harus merugi puluhan Juta Rupiah. “Tanaman melon sebetulnya jenis tanaman yang hemat air. Namun karena musim tanam tahun ini kemarau sangat ekstrim mengakibatkan tanaman ini harus mati karena kekurangan debit air.” Urai petani gaek melon yang pernah menjabat kades ini dengan melas.

Ditambahkan, Jumlah tanaman melon sebanyak 8500, dengan modal per batangnya Rp. 3500 dipastikan tak akan kembali. “Sudah saya pastikan, jumlah modal kami sebanyak 30 Juta sudah ludes ” Ukap dia lagi.

Sementara itu, keberadaan kebun melon dibeberapa wilayah kabupaten Ngawi, hampir rata-rata mengalami hal yang sama. Sebut saja untuk wilayah kecamatan pangkur, yang konon bibitnya merupakan bantuan dari Dinas pertanian setempat justru keberadaannya mengenaskan.

Dapat dijelaskan, tanaman melon memang jenis tanaman dengan konsumsi air rendah jika dibandingkan tanaman padi dan sayuran. Meski begitu, Melon justru butuh air yang seimbang begitu masuk saat berkembang dan mulai berbuah. “Sebetulnya kisaran dua minggu lagi akan panen, serta harga melon lagi bagus-bagusnya, ya..namun apa boleh dikata.” Punkasnya. (kun)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda