PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 04 Juli 2012

Home > > Ratusan Dokar Padati Jalur Utama Ngawi

Ratusan Dokar Padati Jalur Utama Ngawi

|SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi|Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |KOTA ™ Rankaian ritual hari jadi Kabupaten Ngawi ke-654 diantaranya ziarah ke makam para leluhur bumi Ketonggo, seperti Raden Tumenggung Poerwodiprojo, Patih Pringgo Koesoemo di Ngawi Purba juga Raden Adipati Kertonegoro di makam gunung sarean Sine dan Raden Patih Ronggolono serta Putri Cempo di makam Desa Tawang Rejo Ngrambe.

Kemudian dilanjutkan pada hari Rabu, (4/7), dilaksanakan proses kirab pusaka tombak Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit selain itu pusaka Payung Tunggul Warono dan Tunggul Wulung.

Setelah sehari sebelumnya ke empat pusaka Kabupaten Ngawi yang usianya sudah ratusan tahun tersebut dijamas (dimandikan) serta disemayamkan di Desa Ngawi Purba, Kecamatan Ngawi Kota. Kemudian benda-benda pusaka di kirab menuju pendapa Wedya Graha Ngawi dengan mengendarai 5 kereta kencana yang dikawal 11 senapati dengan menunggangi kuda demikian juga tidak ketinggalan sekitar 2000 orang dari jajaran pegawai pemkab dengan mengayuh sepeda onthel antik.

Arak-arakan kirab pusaka menuju pendapa Wedya Graha diwarnai antusias ribuan warga berjubel di pinggir jalan sesuai rute kirab sendiri dimana mereka mengaku ingin melihat dari dekat momen penting lima tahunan tersebut.

Sekitar dua jam berikutnya selepas keberangkatan kirab pusaka yang dilepas oleh Lurah Ngawi Purba yang diserah terimakan ke sesepuh Ngawi, Suharno Ilham, sekitar pukul 10:00 wib rombongan kirab pusaka tiba di depan Pendapa Wedya Graha.

Setelah itu rombongan kirab pusaka langsung diterima oleh Bupati Ngawi, Ir Budi Sulistyono, Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, serta jajaran SKPD serta unsur Muspida. Prosesi kirab pusaka kemudian dilanjutkan dengan penyerahan tombak pusaka Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit serta kedua pusaka lainya oleh Suharno Ilham kepada Bupati Ngawi. Satu-persatu sebelum berakhirnya ritual tersebut para peserta kirab menunjukan kebolehan mereka dihadapan Bupati Ngawi dan tamu undangan lainnya. (ADV)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda