PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 18 Oktober 2012

Home > > Memasuki Musim Penghujan, Ngawi Rawan Puting Beliung

Memasuki Musim Penghujan, Ngawi Rawan Puting Beliung

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Masyrakat diharab mewaspadai terjadinya bencana saat jelang musim penghujan tahun ini. Hal ini mendasar data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, tercata sedikitnya 10 dari 19 kecamatan yang ada merupakan kawasan rawan terjadinya bencana khusunya angin puting beliung.

Daerah tersebut antara lain, kecamatan Sine, Ngrambe, Jogorogo, Kendal, Kedunggalar, Mantingan, Ngawi Kota, Bringin, Karangjati dan Kwadungan.

Seperti yang diungkapkan Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD, bencana angin putting beliung seringkali melanda kawasan Ngawi dalam bulan terakhir ini meskipun baru beberapa kali hujan terjadi.

“Dari kesepuluh lokasi rawan angin putting beliung tersebut yang paling kita waspadai Kecamatan Kendal, meskipun demikian wilayah lainya juga tetap kita pantau,” terangnya, pekan kemarin.

Kenyataan rawanya angin putting beliung tersebut terbukti baru satu minggu kemarin wilayah Desa Banyu Urip, Kecamatan Ngawi Kota, (9/10), anging kecepatan tinggi menerjang kawasan ini akibatnya dua rumah rata dengan tanah dan puluhan rumah lainya mengalami kerusakan. “Angin kencang yang disertai hujan biasanya akan terjadi awal musim penghujan,” terang Heru.

Kemudian kerawanan angin putting beliung dibanding tahun lalu kemungkinan musim ini akan mengalami peningkatan,” bebernya lagi. Kabar tersebut tambahnya, didapat BMKG Juanda Jawa Timur melalui surat resminya . Dengan demikian diharap masyarakat lebih mengutamakan keselamatan sewaktu bencana ini terjadi dari pengalaman tahun lalu dimana sempat mengalami kerugian tidak kurang Rp 6,7 miliar.

“Meskipun tahun sebelumnya tidak ada korban jiwanya, alangkah baiknya kita tetap waspada,” urai Heru. Langkah antisipasi untuk menekan korban jiwa saat putting beliung terjadi harap Heru, semua masyarakat ketika gejala alam tersebut bakal terjadi maka sesegera mungkin menjauhi lokasi tertentu yang sekiranya tidak aman terhadap jiwa.

“Misalkan jangan berada dibawah pohon sekiranya rawan ambruk dan jangan melakukan perjalanan saat angin lesus ini menerjang,” paparnya. Akibat kerawanan bencana itu pihak BPBD saat ini sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan bilamana alam yang tidak bersahabat terjadi. “Mudah-mudahan dengan kewaspadaan kita semua bencana apapun tidak bakal terjadi didaerah Ngawi,” pungkasnya. (pr)


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda