PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 13 November 2012

Home > > Blacklist Siap Jerat Rekanan Yang Nakal

Blacklist Siap Jerat Rekanan Yang Nakal

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Pengerjaan proyek Gelanggang Olahraga (GOR) yang berlokasi di Jalan Ir.Soekarno Ngawi meski akhir-akhir ini terlihat dikebut, hl ini diragukan bakal selesai tepat waktu. Pasalnya deadline waktu pengerjaan kurang dari 1,5 bulan lagi, ternyata masih ada beberapa pekerjaan yang progresnya justru mengalami penurunan.

Sanksi keras inipun akan dikenakan terhadap kontraktor yang bersangkutan. Seperti yang diungkapkan Bupati Ngawi Ir.Budi Sulistyono saat dikonfirmasi setelah mengikuti jalanya sidang paripurna rancangan APBD 2013 di lantai II gedung DPRD hari ini, Selasa (13/11).

“Pastinya akan kita kenakan sanksi bagi mereka sesuai kontrak bilamana tidak sesuai waktu yang telah ditentukan dalam pengerjaan proyek GOR itu,” terang Bupati Ngawi, Ir.Budi Sulistyono. Meskipun sanksi bakal dikenakan tambah Bupati Ngawi, pihaknya tetap mempelajari faktor keterlambatan seandainya terjadi terhadap pengerjaan GOR yang menelan biaya tidak kurang dari Rp 13 miliar tersebut.

“Yang jelas kita tetap melihat karena apa yang menjadi penyebabnya misalkan karena faktor alam atau yang lainya,” bebernya. Sementara dari lokasi proyek GOR sendiri ketika media melakukan pengamatan dari dekat memang belum ada tanda-tanda finishing. Apalagi terlihat dalam setiap item pengerjaan proyek GOR hanya dilakukan beberapa orang.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu pengawas lapangan yang enggan disebut namanya, pada dasarnya para pekerja di proyek GOR ini mayoritas merupakan petani. Sehingga ketika musim penghujan datang secara otomatis pekerjaan yang sebelumnya ditinggalkan untuk memulai musim tanam. Urainya lagi, yang seharusnya jumlah pekerja mencapai 130 orang akan tetapi yang bekerja hanya 60 sampai 80 pekerja.

“Dengan permasalahan tersebut membuat beban kerja dari pihak kita bertambah sehingga untuk memaksimalkan pengerjaan tetap menjadi kendala,” ujar nara sumber. Selain itu ditambah permasalahan cuaca ekstrim pada akhir-akhir ini seperti terjadinya angin putting beliung maupun badai petir. “Meski berbagai kendala yang dihadapi pastinya proyek pada tahap pertama ini akan selesai tepat waktu,” tandasnya lagi.

Sementara Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, ditempat yang sama menguraikan selaku wakil rakyat dirinya akan tetap melakukan monitoring terhadap proyek GOR yang sudah mendekati masa deadline. “Ya kita normatif saja bila terjadi molornya pengerjaan maka sanksi jelas diterimanya,” tutur legislator dari PDI-Perjuangan tersebut. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda