PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Minggu, 04 November 2012

Home > > Kisah Pedih Pasca Terjangan Puting Beliung

Kisah Pedih Pasca Terjangan Puting Beliung

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |BRINGIN™ Tidak ada firasat apapun kalau Sabtu sore itu (3/11), Madi (55 ) , warga Desa Legowetan, Kec. Bringin Ngawi kehilangan dua rumahnya yang berdinding papan yang dalam hitungan detik luluh lantak diterjang ganasnya angin putting beliung. Sementara kala itu, istrinyapun sempat terjebak dalam reruntuhan rumah hampir 1 jam lamanya.

Memang tragis yang dideritanya, pria setengah baya yang keseharianya mengaku sebagai kuli bangunan ini dengan tatapan kosong tidak tahu harus berbuat apa. Padahal tempat tinggalnya tersebut dibangun dari hasil jerih payahnya bertahun-tahun bersama Kasri, 50 th, yang merupakan istrinya.

Padahal Madi sesuai penjelasanya bisa untuk mendirikan rumah yang sederhana itu hasil dari upah sebagai kuli bangunan. Sedikit demi sedikit uang bayaran dia kumpulkan untuk mencicil bahan-bahan bangunan seperti kayu dan genteng. “Sewaktu musibah itu terjadi saya masih menunggu bayaran hasil dari nguli bangunan,” terang Madi dengan nada lirih.

Sambil mengais sisa-sisa material rumahnya yang rata dengan tanah, Madi bercerita belum tahu kapan dirinya bisa mendirikan rumah seperti sebelumnya meskipun sampai sekarang ini rumahnya tersebut hanya ia tinggali bersama Kasri. “Ya rumah itu yang tinggal cuma saya dan Kasri karena sampai sekarang belum punya anak,” ungkapnya lagi.
Meski demikian, pria paruh baya dengan wajah yang mulai mengeriput mengaku semangat walaupun asa dan duka masih menyelimutinya.

Apalagi istrinya Kasri masih mengalami sakit akibat tertimpa puing-puing rumahnya. “Mudah-mudahan secepatnya saya dan istri bisa mendirikan rumah walau sederhana untuk tempat tinggal,” tandasnya. Untuk sementara waktu Madi dan Kasri masih menumpang dirumah saudaranya yang kebetulan tidak terlalu jauh jaraknya.

“Alhamdulilah hari ini baru saja mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah Kabupaten Ngawi dan bantuan tersebut akan saya manfaatkan guna bertahan hidup selama dalam kondisi seperti ini,” terang Madi.

Dan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi memberikan bantuan sembako berupa mie istant dan lainya. Karena selama ini BPBD Kabupaten Ngawi melalui kepalanya Eko Heru Tjahjono mengaku mengalami kesulitan terkait pendanaan pasca bencana dan hanya diambilkan dari anggaran daerah yang jumlahnya kecil dibanding potensi bencana di wilayah Ngawi. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda