PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 02 Februari 2013

Home > > Akibat Hirup Gas Beracun, Dua Warga Tewas Dalam Sumur

Akibat Hirup Gas Beracun, Dua Warga Tewas Dalam Sumur

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |KARANGASRI™ Naas menimpa Maryanto KP (32) dan Sumarno (28), warga Dusun Nglarangan, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota. Keduanya kedapatan tewas, yang diduga kuat lantaran menghirup gas beracun saat memperbaiki wayer pompa diesel air sawah sedalam 15 meter yang tidak jauh dari rumahnya,(1/2).

Kejadian yang menggegerkan warga ini bermula Sumarno selaku pemilik sawah mengajak rekanya Maryanto Kukuh Prasetyo sekitar Jum’at pagi untuk memperbaiki wayer pompa yang mengalami kerusakan.

Keduanya langsung masuk kedalam sumur hingga menjelang siang, sekitar pukul 11.00 WIB keduanya pulang untuk menunaikan ibadah sholat Jum’at meskipun perbaikan wayer pompa air sawah belum selesai.

Usai menjalankan ibadah sholat Jum’at Sumarno mengajak lagi Maryanto Kukuh Prasetyo memperbaiki wayer pompa yang ada disawahnya.

Sampai menjelang sore keduanya belum terlihat pulang kerumah, lantas Anik istri dari Maryanto Kukuh Prasetyo mencoba mencari keberadaan suaminya ke sawah.

Kaget bukan kepalang Anik langsung melihat tubuh suaminya Kukuh KP tersangkut di tangga sumur yang terbuat dari bambu sedangkan Sumarno tergeletak diatas wayer pompa dalam sumur. Saat itu juga Anik langsung mengabari para tetangga terdekatnya atas kejadian yang menimpa kedua korban.

Oleh warga jasad Maryanto SP berhasil di evakuasi terlebih dahulu karena posisi korban berada dikedalaman 3 meter dengan tersangkut di tangga sumur.

Sedangkan untuk mengambil jasad Sumarno yang berada di dasar sumur perlu waktu panjang karena menurut warga adanya gas beracun yang masih membahayakan jiwa.

“Jelas didasar sumur tersebut ada gas beracunya maka perlu alat khusus agar jasad Sumarno bisa dievakuasi,” terang Widodo, Kepala Desa Karangasri.

Agar tidak jatuh korban lagi, pihak petugas dari Polres Ngawi mendatangkan tim SAR dari Brimob Madiun dengan alasan mempunyai alat pernapasan berupa masker dan tabung oksigen untuk mengambil jasad Sumarno.

Proses evakuasi terhadap jasad Sumarno oleh tim SAR Brimob Madiun hampir berjalan 5 jam lamanya, sekitar pukul 22.15 WIB baru jasad Sumarno yang sudah terbujur kaku baru bisa diangkat ke permukaaan.

Kemudian jasad korban malam itu juga langsung dibawa pulang kerumah oleh keluarganya untuk dimakamkan. Sementara menurut Kasubag Humas Polres Ngawi AKP Lilik Sulastri mendasar hasil pemeriksaan terhadap dua korban tewas tersebut tidak ditemukan tanda-tanda penyebab kekerasan dan murni karena menghirup gas beracun. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda