PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 13 Maret 2013

Home > > Jajaran SKPD Makin Ejakulasi Dini Dalam Penetrasi Munsrenbang

Jajaran SKPD Makin Ejakulasi Dini Dalam Penetrasi Munsrenbang

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NgAWI™ Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tak lebih hanya tradisi tahunan belaka. Program dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat guna peningkatan pembangunan dalam segala sektor di Kab Ngawi ternyata sebuah agenda pepesan kosong yang membungkus program lama yang diangkat kembali ke permukaan, Jum’at (8/3).

Kenyataan dari Musrenbang yang melibatkan jajaran SKPD dan perangkat desa tersebut langsung disikapi oleh Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Kabupaten Ngawi.

Bebernya, hasil dari musyawarah perencanaan pembangunan ini masih tercium pemaparan program-program yang sebetulnya sudah berjalan.

Pihak SKPD serta perangkat desa terkesan tidak ada improvisasi program pembangunan ke depan dan dinilai enggan berpikir melahirkan program yang digagas Bupati Ngawi selama ini.

“Maka bisa dikatakan percuma hasil dari Musrenbang itu dan terkesan copas (copy paste-red) dari program kerja sebelumnya sehingga tidak adanya visi dan misi dari Bupati Ngawi sekarang ini,” kata Dwi Rianto Jatmiko.

Paparnya lagi, padahal agenda Musrenbang digelar secara maraton mulai dari tingkat kecamatan untuk menyesuaikan tahun anggaran baru. Selaku wakil rakyat, Antok panggilan akrab dari Dwi Rianto Jatmiko menilai sesuai kenyataan dilapangan program yang dibawa perencana pembangunan masih bersifat monoton.

“Musrenbang yang harusnya membawa dan mampu mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat serta menghasilkan perencanaan program pembangunan untuk tahun 2014 dinilai kurang tajam melalui skala prioritas,” ujarnya.

Selain itu Antok menegaskan bahwa Musrenbang dimulai setelah munculnya konsep otonomi daerah. Maka muncul tuntutan agar konsep pembangunan tidak lagi menggunakan paradigma top down seperti era orde baru melainkan konsep bottom up. Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ngawi, Antok menilai perlu melibatkan langsung masyarakat terutama dari kalangan akdemisi.

Tidak hanya berhenti pada soal hasil Musrenbang, Antok juga mempertanyakan mengenai pengawalan hasil Musrenbang yang belum optimal maksimal.

Akibatnya, masyarakat tidak bisa memantau usulan mana yang dijawab atau mana yang sudah tereliminasi.

Padahal ungkap Antok, Musrenbang merupakan agenda tahunan dalam menyusun perencanaan pembangunan di masing-masing kecamatan, sekaligus memformat skala prioritas pada setiap kecamatan untuk dibawa nantinya pada Musrenbang tingkat kabupaten, provinsi, dan tingkat nasional.

Tegasnya bila keadaan ini akan terus berlanjut antara pemerintah daerah dan masyarakat akan berjalan sendiri – sendiri tidak ada progam pemerintah yang berlandaskan dari visi dan misi Bupati Ngawi. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda