PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Selasa, 02 April 2013

Home > > Ibu Paruh Baya Lahirkan Bayi Kembar Tiga

Ibu Paruh Baya Lahirkan Bayi Kembar Tiga

| SINAR NGAWI™ | portal pemberitaan Ngawi| Berita | Kabar | Warta | info | NEWS | terbaru | terkini | hari ini | LPSE NGAWI |NGAWI™ Wagiyem (40), ibu paruh baya warga Dusun Ngambong, Desa Pitu, Kecamatan Pitu samasekali tak menyangka bakal melahirkan bayi kembar 3. Tim dokter RSUD Dr Soeroto Ngawi, Minggu kemarin (31/03), berhasil menyelamatkan bayi beserta ibunya dengan persalinan Caesar lantaran usia sang ibu terbilang sudah tak muda lagi.

Bayi pertama dari rahim Wagiyem berjenis kelamin perempuan dengan berat 1,6 kg dengan panjang 41 cm disusul bayi kedua berjenis kelamin laki-laki dengan berat tubuh 2,1 kg dan panjang 44 cm dan terakhir bayi berkelamin perempuan dengan bobot 1,6 kg serta panjang 41 cm.

“Gimana yaa yang jelas sangat senang dengan kehadiran bayi kembar tiga,” terang Suwito, bapak dari bayi kembar tersebut.

Menurut Suwito, selama istrinya mengandung 9 bulan besar perutnya biasa saja sama dengan perempuan mengandung lainya. Maka dia anggap biasa saja terlebih tidak ada firasat apapun bila istrinya tersebut akan melahirkan bayi kembar tiga.

“Memang selama ini istri saya tidak pernah melakukan USG terhadap kandunganya dan hanya dilalui dengan biasa saja,” kata Suwito.

Bahkan tuturnya, Wagiyem tidak pernah mengeluh apapun terkait kehamilanya tersebut hanya saja dia baru mengetahui kalau istrinya bakal melahirkan bayi kembar tiga setelah ada pemeriksaan medis menjelang operasi Caesar.

“Pokoknya kondisi istri saya selama mengandung sehat-sehat saja tidak ada keluhan,” imbuhnya.

Sementara ditempat yang sama Dr Pujiono Direktur RSUD Dr Soeroto Ngawi menjelaskan selama dalam penanganan operasi Caesar berjalan lancar tanpa adanya hambatan terhadap pengangkatan bayi kembar tiga atau triplet.

Hanya saja pihak tim dokter langsung memasang alat sonde yakni pemasangan selang langsung ke pencernaan dengan alasan berat badan ketiga bayi tidak normal.

“Untuk sementara ketiga bayi kita rawat diruang incubator sambil menunggu kondisi tubuhnya membaik,” ungkap Dr Puijono. Dengan demikian lanjutnya, ketiga bayi sekarang ini dibawah pengawasan tim medis pihak RSUD Dr Soeroto Ngawi. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda