PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 14 September 2013

Home > > Lelaki Kauman Tega Ngetengi Gadis SMP

Lelaki Kauman Tega Ngetengi Gadis SMP

Kriminalitas Jawa TimurNGAWI™ WD (30), Lanangan warga Kauman, kecamatan sine Ngawi bisa dibilang keterlaluan. Bagaimana tidak, Diduga gendakan dengan tetangganya sediri, sebut saja melati (17), yang masih duduk dibangku SMP di Kecamatan Sine ini, kini hamil 5 bulan. Sontak Orangtua korban tak terima. Lelaki bujang yang kesehariannnya berprofesi sebagai petani inipun kini mendekam dibalik jeruji sel.

Karena tidak terima apa yang dilakukan WD, kontan saja Parjo orang tua Melati melaporkanya ke pihak berwajib. Peristiwa berawal ketika pelaku merayu Melati dengan iming-iming akan dinikahi karena terlalu percaya terhadap gombalan tersebut akhirnya korban menyerahkan keperawananya.

Dari pengakuan Melati kepada petugas penyidik, antara pelaku dengan dirinya sudah berulang kali melakukan hubungan intim dirumah kosong milik Suraji yang berada disekitar rumahnya.

Dijelaskanya, korban mengakui rela menjadi budak nafsu pelaku karena pernah di janjikan akan di nikahi, bila perbuatannya membuahkan hasil cinta mereka.

Ternyata janji hanyalah janji, sesuai kenyataanya mengetahui korban hamil pelaku berusaha menghindar dan tidak mau bertanggung jawab atas perbuatanya ini.

Kasubag Humas Polres Ngawi AKP Lilik Sulastri saat dikonfirmasi media, Jum’at kemarin, (13/09), membenarkan kejadian tersebut dan saat ini kasus pencabulan di bawah umur masih dalam penyidikan dan pengusutan pihak PPA Polres Ngawi.

“Kasus ini sudah diterima oleh Polres kemarin dari Polsek Sine, dan sementara pelaku masih dikejar petugas karena melarikan diri,” terangnya.

Kepada pelaku dapat diancam tindak pidana pencabulan dibawah umur dengan ancaman pidana penjara selama lebih dari 10 tahun dengan barang bukti sebuah pakaian dalam korban. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda