PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 09 Oktober 2013

Home > > Makin Tak Jelas Rekanan Yang Mengerjakan Rehab Rumdin Setda

Makin Tak Jelas Rekanan Yang Mengerjakan Rehab Rumdin Setda

Daftar harga rumah dan tanah

NGAWI™ Proyek rehab rumah dinas Sekretaris Daerah (Setda) Ngawi mencuat kabar tembus Rp 1 miliar. Siswanto Setda Ngawi langsung membantah nilai rehab yang beredar tersebut. Menurutnya dana peruntukan perbaikan rumah dinasnya itu hanya menelan Rp 180 juta bersumber dari APBD 2013 masuk pos anggaran rumah tangga.


Dana ini urainya hanya dipergunakan untuk pengecatan genteng, ganti plafon, perbaikan pagar, paving dan pengurukan. “Memang yang terekpos selama ini satu miliar jelas kabar tersebut tidak benar dan adanya itupun melalui penunjukan langsung yang dikerjakan oleh CV,” terangnya, Rabu (09/10).

Ketika ditanya lebih lanjut CV mana yang ditunjuk untuk merehabilitasi rumah dinasnya itu, Siswanto justru melemparkan ke bagian umum dengan alasan lebih tahu tentang siapa yang mengerjakan selama ini.

“Memang secara tidak langsung saya sendiri yang mengawasi karena punya kewenangan dan masalah CV yang menujuk itu pihak bagian umum,” jelasnya lagi.

Akan tetapi ada kejanggalan apa yang dikatakan Siswanto, ketika Sri Martatik kepala bagian umum Pemkab Ngawi saat dikonfirmasi dirinya malah memilih bungkam dengan dalih yang lebih tahu tentang rehabilitasi itu justru Siswanto sendiri baik CV maupun nilai anggaran yang dipakai.

Saling tuding inilah yang menimbulkan polemik mengenai rehabilitasi rumah dinas Setda Ngawi. Anehnya kalau toh dikerjakan oleh CV namun tidak terlihat sama sekali papan nama proyek atau direksi kit dirumah dinas Setda Ngawi yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani tersebut.

Sementara Tesi salah satu pekerja dirumah dinas Setda menjelaskan selama ini yang mengawasi langsung adalah Siswanto demikian juga soal upahnya. “Kalau yang datang disini itu Pak Setda sendiri dan yang membayarnya,” ungkap Tesi.

Kemudian terang nara sumber yang enggan disebut namanya menuturkan sebetulnya dana yang dipakai untuk rehabilitasi rumah dinas Setda tersebut sekitar Rp 200 juta lebih. “Patut disayangkan kalau nilainya itu sekitar Rp 180 juta apalagi pengerjaan rehab sendiri dengan sistem penunjukan langsung seharusnya kan dilelang,” beber nara sumber. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda