PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 23 Oktober 2013

Home > > Terbakar Cemburu, Bu Kades Nekat Gantung Diri

Terbakar Cemburu, Bu Kades Nekat Gantung Diri

Nama-nama kepala desa kota/kabupaten

NGAWI™ Diduga cemburu lantaran suami kerap pulang malam, seorang istri kepala desa nekat gantung diri dirumahnya. PRAP (35), warga Dusun Gendingan Lor, Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, tewas dengan cara gantung diri. Korban lakukan aksi nekatnya diruang belakang dekat kamar makan dengan sehelai selendang batik warna merah hitam, (23/10).


Jasad ibu tiga anak ini, kali pertama ditemukan oleh suaminya sendiri PUG (40) yang merupakan Kepala Desa Gendingan sekitar pukul 02.10 WIB.

Saat itu korban ditemukan dengan kondisi meninggal dunia, mengetahui hal tersebut pihaknya langsung berteriak meminta tolong pada warga sekitar.

Jasad korban langsung dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeroto Ngawi guna dioutopsi.

Menurut informasi dari tetangga korban, sudah sejak empat bulan terakhir ini korban sering sekali bertengkar dengan suaminya.

“Tidak tahu pasti, istrinya cemburu karena suaminya sering pulang malam untuk mengikuti acara-acara seperti campursari dan dangdutan,” terang Suparlan salah satu warga setempat.

Sementar adik ipar dari korban yakni Titik (39) menjelaskan pihak keluarga dirumah belum bisa memakamkan korban dengan alasan masih menunggu kerabatnya yang ada di Jakarta.

“Ini belum bisa dimakamkan, karena masih menunggu saudara-saudaranya yang di Jakarta karena yang disana itu meminta agar korban tidak dimakamkan, mereka ingin korban dioutopsi terlebih dahulu karena kematiannya janggal, jadi biar pasti,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Widodaren AKP Widodo saat dikonfirmasi mengatakan, “Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keterangan apapun. Karena proses outopsi menunggu keluarga korban yang dari Jakarta datang, menurut informasi warga sekitar sebelum meninggal korban sering cekcok dengan suaminya, meski demikian kami tetap masih menunggu proses outopsi agar keterangan yang kami sampaikan bisa jelas,” pungkasnya.

Saat ditanya lebih lanjut sebab kenekatan ibu kades melakukan gantung diri ini pihaknya tidak menjelaskan banyak hanya masih dalam lidik petugas. Namun demikian tambah AKP Widodo dari informasi yang diterimanya ibu kades ini tidak sanggup menerima sikap dan perlakuan suaminya. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda