PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 07 Desember 2013

Home > > Kabupaten Ngawi Masuk 4 Besar KB Award Jawa Timur

Kabupaten Ngawi Masuk 4 Besar KB Award Jawa Timur

Program KB di Kabupaten/kota

NGAWI™ Indah Kusumawardhani, kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB)setempat menyatakan dalam meraih award bidang KB, pihaknya senantiasa memaksimalkan fungsi dan perannya ikut menguatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang khususnya dalam hal keluarga berencana, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Tim evaluasi dari BPPKB Propinsi Jawa Timur langsung melakukan penilaian di tiga lokasi antara lain Kelompok Bina Keluarga Remaja ‘Ummu Khadijah’, Bank Sampah di Perumahan Griya Bumi Karangasri, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota, RSUD dr Soeroto Ngawi dengan pelayanan KB MOV dan paska persalinan serta ke BPPKB Pemkab Ngawi dengan melakukan penilaian Pusyangatra dan gudang alkon, (07/12).

Umi Yuniati ketua tim evaluasi dari BPPKB Propinsi Jawa Timur menegaskan Kabupaten Ngawi sangat mempunyai peluang untuk menoreh prestasi terbaik dari tiga kabupaten lainya dalam program KB seperti Bojonegoro, Blitar dan Ponorogo.

“Ngawi selama ini sudah diketahui sangat optimal dalam melakukan gerakan KB sehingga dalam penilaian kali ini bisa saja menyabet sebagai pemenang dalam tahun ini,” terangnya.

Selain itu ungkapnya, gerakan program KB memang terus digenjot selama ini utamanya untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan, pengendalian jumlah penduduk dan melakukan pencegahan secara dini terhadap penularan HIV AIDS. Menyangkut kematian ibu (AKI) sewaktu melahirkan urainya akan berkomitmen melakukan penekanan seminimal mungkin.

Hal tersebut tidak lepas pencapaian target Develompment Goals (MDGs). Yakni tahun 2015 antara lain menurunkan AKI dari menjadi 102/100.000 kelahiran hidup, Laju pertumbuhan penduduk (LPP) menjadi 1,1 persen per tahun dan Total Fertility Rate (TFR) menjadi 2,1 dan Unmet need harus ditekan menjadi 5 persen.

Sementara Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono dalam sambutanya program KB akan berhasil jika ada kerjasama di lintas sektor yang ada di jajaran SKPD. Tambahnya, sebaik apapun program atau rencana pembangunan dalam sektor KB yang dibuat oleh Pemkab Ngawi tidak akan berhasil tanpa daya dukung seluruh elemen masyarakat.(pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda