PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 25 Desember 2013

Home > > Sepekan Jelang Tahun Baru 2014 Penjual Terompet Padati Alun-Alun

Sepekan Jelang Tahun Baru 2014 Penjual Terompet Padati Alun-Alun

pedagang terompet tahun baru 2014

NGAWI™ Hujan yang terus mengguyur Kota Ngawi jelang tahun baru 2014 tak menjadi hambatan bagi penjual terompet guna mengais rizeki. Seperti terlihat di kawasan Alun-Alun Merdeka, Jalan Teuku Umar dan Jalan Mayjen Suprapto, meski kondisinya masih sepi pembeli namun terdapat beberapa penjual terompet dadakan padati kawasan tersebut,(25/12).

Salah seorang pedagang terompet di kawasan depan kantor DPRD Ngawi, Sutoyo (50), asal Boyolali Jawa Tengah, dia mengaku lapak terompet miliknya sudah dibuka sejak 3 hari yang lalu. Meski sekarang hujan terus mengguyur tanpa henti, namun hal itu, jelasnya, tidak membuat dirinya khawatir mengalami kerugian.

“Hujan memang terus mengguyur di wilayah Ngawi terutama dalam kota baik siang maupun malam, dan saya fikir itu berlangsung di semua daerah lainya, maka kendala cuaca dalam berdagang tinggal disiasati dengan terpal pengaman,” ujarnya.

Menurutnya, selama berjualan terompet di kawasan itu, para pengunjung sudah mulai mendatangi tempatnya. Adapun harga jual terompet itu cukup variatif mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 17.000.

“Bentuk terompet memang beragam, dan harganya tentu disesuaikan dengan kerumitan dan bahan yang digunakan dalam membuat terompet, terompet yang saya jual bermacam-macam harganya, mulai Rp 10 ribu, Rp 15 ribu, dan Rp 17 ribu,” jelasnya lagi.

Selama berjualan di tempat itu, omset penjualan perharinya berkisar antara Rp 60 ribu hingga Rp 90 ribu. Adapun kebanyakan para pelanggan yang mencari trompet kebanyakan pada malam hari.

“Saat ini pembelian memang belum terlalu ramai, namun menjelang malam puncak atau H-1 nanti, barang yang dijual tentu banyak diburu, pengalaman tahun kemarin saja barang sudah habis dipesan, tapi pembeli tetap berdatangan,” beber Sutoyo.

Berdasarkan pantauan dilapangan, menjelang tahun baru 2014, sejumlah kawasan jalan di dalam Kota Ngawi sudah mulai dipenuhi pedagang terompet. Selain kawasan alun-alun mereka tersebar di sejumlah titik seperti depan Stadion Ketonggo hingga sekitar perempatan Kartonyono.

Menurut Eka Indriyani warga Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi Kota, harga terompet yang di jual menjelang tahun baru ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Karena harga terompet tahun lalu, itu berkisar Rp 5 ribu sedangkan saat ini sudah mencapai Rp 10 ribu padahal motif atau jenisnya sama.

“Ya, ini memang waktu yang tepat untuk mencari penghasilan tambahan apalagi musim seperti ini memang menjadi waktu mendulang rezeki bagi pedagang dadakan,” ujar Eka.(pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda

 
close
Banner iklan disini