PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 01 Februari 2014

Home > > Sofyan Optimis Batik Ngawi Bisa Rebut Pasar Nasional

Sofyan Optimis Batik Ngawi Bisa Rebut Pasar Nasional

Batik gringsing Ngawi misalnya, batik yang wajib dikenakan pe¬gawai Pemkab Ngawi ini adalah batik tulis dengan ciri khas Kota Ngawi, bermotif padi, bambu, dan manusia purba.

NGAWI™ Muhamad Sofyan, Ka- Dinkop, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Ngawi mengungkapkan bahwa pengembangan batik saat ini satu bagian yang tidak terpisahkan dari kewirausahaan dan bentuk keunggulan kompetitif Usaha Kecil Menengah (UKM). Dengan adanya geliat tersebut diharap bias menembus pangsa pasar nasional.

“Seperti diketahui perkembangan batik khas Ngawi menunjukan angka peningkatan terkait permintaan pasar terlebih saat ini sudah tersebar di show room berbagai wilayah dengan demikian upaya pelatihan ini memang sangat diharapkan mampu menembus pangsa pasar yang ada secara nasional,” terang Sofyan melalui via telepon, Sabtu (01/02).

Lebih lanjut sesuai komitmenya kedepanya secara rutin akan digelar semacam fashion show seperti yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Dengan sentuhan para desainer dan gaya mode baru sesuai coraknya, batik Ngawi tidak kalah bagus dengan batik daerah lain yang sudah terlebih dahulu go public sehingga keyakinan kita kedepanya batik Ngawi akan terus digenjot menuju pasar nasional,” bebernya lagi.

Sofyan urainya, sekarang ini hasil batik tulis maupun batik jumput yang tengah berkembang di beberapa wilayah Kabupaten Ngawi terbukti mampu melakukan inovasinya.

Secara klasik batik Ngawi tidak hanya berkutat pada corak Sidomukti dan Pecah Kopi melainkan mulai tumbuh batik kontemporer dan modern yang menonjolkan kekhasan Kota Keripik dengan motif yang terinspirasi ikon daerah setempat seperti Trinil, Benteng Pendem, Kali Tempuk dan corak Bambu.

Diakuinya pada mulanya membatik hanya menjadi pekerjaan sampingan. Seiring perjalanan waktu, batik Ngawi mulai menemukan jati dirinya dan perajin pun menjadikannya sebagai mata pencaharian utama.

Batik gringsing Ngawi misalnya, batik yang wajib dikenakan pe¬gawai Pemkab Ngawi ini adalah batik tulis dengan ciri khas Kota Ngawi, bermotif padi, bambu, dan manusia purba.

Bahkan, batik Ngawi menjadi salah seragam wajib bagi pegawai Pemkab Ngawi pada hari Kamis, sebagai upaya mengangkat batik Ngawi di kancah nasional dan dunia. (pr)

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda