PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 28 April 2014

Home > > Tergiur Harga Murah, Satu Keluarga Keracunan Telur Rebus

Tergiur Harga Murah, Satu Keluarga Keracunan Telur Rebus

Satu Keluarga Keracunan Telur Rebus

KASREMAN™ Lantaran tergiur harga murah, Setidaknya, satu keluarga warga Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman - Ngawi keracunan telur rebus. Muhamad Agung Widodo(13), yang masih duduk dibangku SMP inipun tewas. Sementara ibu dan bapak korban serta kedua adiknya masih terbaring lemas dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Soeroto.
Awal kejadian yang cukup menggemparkan warga sekitarnya tersebut terjadi saat Surati (40) ibu korban membeli telur dengan harga murah di pasar Gubuk Duwur masuk wilayah Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.

Dipasar ini Surati membeli telur 1 kilogram yang hanya dihargai Rp 6 ribu namun tidak mengira kalau akhirnya telur dengan harga miring ini bakal membawa petaka.

“Makan telur tidak menetas yang harganya murah itu lho, setelah makan sekeluarga keracunan dan perutnya sakit, satu anaknya meninggal setelah diare,” terang Nyami tetangga dekat korban. Senin, (28/04).

Sementara kondisi Surati dan kedua adik korban terlihat masih terbaring lemah dirumahnya saat ditanyai wartawan mengaku, setelah mengkonsumsi telur rebus sekeluarganya mengalami sakit perut atau diare, telur tersebut dibelinya sudah dalam kondisi matang.

“Saya beli sudah matang tinggal makan, setelah kami makan semua jadi sakit perut, tidak tahu kalau akhirnya keracunan, biasanya juga tidak apa-apa,” katanya.

Sejumlah petugas medis dari Puskesmas Kecamatan Kasreman yang datang ke lokasi kesulitan menemukan sisa makanan yang dikonsumsi oleh para korban untuk diuji laboratorium. Karena semuanya sudah habis, diduga korban tewas akibat dehidrasi yang berkepanjangan apalagi keracunan itu sudah dua hari yang lalu.

“Kita kesulitan menemukan sisa makanan yang dikonsumsi para korban karena semua sudah habis, semua keracunan setelah makan telur rebus itu, korban tewas di duga akibat dehidrasi yang berkepanjangan,” ungkapnya Oong Murbiantoro dokter puskesmas Kecamatan Kasreman.

Saat ini petugas puskesmas setempat terus memantau kesehatan anggota keluarga korban yang dirumah dengan memberikan sejumlah obat. Sedangkan Suyitno sampai berita ini diturunkan belum mengetahui jika anaknya yang baru duduk dibangku kelas 1 SMP Negeri di Ngawi itu tewas. Rencananya jasad bocah tersebut akan langsung dimakamkan di TPU setempat.

Sementara Kapolsek Padas Djuri saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut, satu keluarga tersebut keracunan telur rebus dan satu diantaranya meninggal dunia.

“Kasus keracunan dilimpahkan ke Polres Ngawi, jadi yang menangani Polres, namun untuk korban yang meninggal dipastikan keracunan telur rebus, meski demikian masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait telur beracun tersebut,” pungkasnya.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda