PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 08 Oktober 2014

Home > > Perkawinan Manusia Dengan Peri Penunggu Sendang Terjadi Di Ngawi

Perkawinan Manusia Dengan Peri Penunggu Sendang Terjadi Di Ngawi

berita terkait perkawinan manusia dengan jin atau peri di ngawi

NGAWI™ Aura mistis menyengat tatkala prosesi perkawinan yang dikemas dalam adat Jawa terjadi di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi. Bagus Kodok Ibnu Sukodok (63), dengan pasangan beda alam yang diyakini sebagai makluk halus, (Danyang), Roro Peri Setyowati diawali dengan acara siraman sekitar pukul 16.00 WIB yang diteruskan dengan ritual temu pengantin tepat pukul 19.00 WIB, (08/10).


Prosesi pernikakahan tak lazim ini yang konon adalah sebuah kisah perjalanan mistis merupakan sebuah karya seni kontemporer happening art. Menurut tuan rumah acara ini digelar, Bramantyo Prijosusilo, menjelaskan bahwa pada dasarnya karya seni bisa menciptakan kanvas panggung yang sekaligus menyatukan alam beda dimensi dan tak terikat oleh ruang dan waktu.

Singkat ceritanya yang konon merupakan kisah nyata, saat itu Bagus Kodok Ibnu Sukodok asal Solo Jawa Tengah yang mempunyai nama asli Prawoto Mangun Baskoro tengah berkunjung ke Alas Ketonggo masuk wilayah Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi. Ditengah kunjunganya inilah Bagus Kodok melihat ada sungai didalam hutan yang mengalir dengan air jernih, tanpa disadari dirinya ingin buang hajat.

Selang beberapa waktu kemudian dirinya bermimpi ketemu dengan Peri Roro Setyowati yang tidak lain seorang Dhanyang yang menjaga Sendang Marga di wilayah Alas Begal, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi.

Dalam alam mimpinya Bagus Kodok mengetahui kalau Peri Roro Setyowati sedang mencari bantuan ke Alas Ketonggo lantaran wilayahnya di Alas Marga dirusak oleh manusia yang tidak bertanggung jawab. Dari komunikasi keduanya inilah terjalin rasa saling mencintai.

Meski berbeda alam keduanya memiliki sifat yang sama yakni selalu perhatian dan keprihatinan terhadap alam raya dan budaya manusia khususnya di tanah Jawa.

Sementara dapat diberitakan pula, Sisi keunikan lainya perkawinan dua insan beda alam ini dijaga ketat oleh puluhan aparat kepolisian dari Polres Ngawi ditambah Bantuan Serba Guna (Banser) dari Anshor.

Sore hingga malam dilokasi perkawinan makin marak meskipun pengantin putri tidak bisa dilihat dengan kasat mata malah terkesan mampu menghipnotis ribuan warga.

Hal ini dibuktikan sejak sore ribuan warga dari daerah sekitar maupun luar wilayah Ngawi sudah memadati lokasi perkawinan di rumah tua demikian juga terlihat puluhan turis asing menjadi saksi mata perkawinan dua alam ini.
Pewarta: Purwanto
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



1 komentar:

Anonim mengatakan...

Karya seni yang luar biasa....

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda