PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 29 Oktober 2014

Home > > Waduk Mulai Mengering, Petani Gunungsari Terancam Gagal Panen

Waduk Mulai Mengering, Petani Gunungsari Terancam Gagal Panen

berita terkait kekeringan waduk dero ngawi jawa timur

NGAWI™ Kondisi waduk Bendo yang mengalami penurunan debit air yang signifikan pada musim kamarau saat ini, membuat ratusan hektar tanaman padi masuk wilayah desa Gunungsari, kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi terancam gagal panen. Menurut petani setempat, waduk tersebut merupakan satu-satunya sumber air guna mengaliri areal persawahan mereka,(29/10).


“Sudah sebulan yang lalu waduk ini kering, padahal waduk ini adalah salah satu sumber air andalan kami,” terang Suyatno warga setempat.

Karena selama ini, lanjut Suyanto, petani di desanya sangat menggantungkan pengairan dari waduk kedung bendo ini. Hanya saja setelah air sulit didapat para petani beralih pengairan dari sumur pompa. Meski demikian selain biayanya mahal juga banyak sumur yang tidak keluar airnya.

“Kalau sudah musim kemarau seperti ini, sumur diesel pun sulit keluar airnya. Kalau mau keluar paling Cuma sedikit kemudian nggak keluar lagi,” tuturnya.

Dapat diberitakan pula bahwa kesulitan kebutuhan air bukan saja untuk kebutuhan perairan sawah, juga untuk kebutuhan sehari-hari pun warga Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Ngawi tersebut juga mengalami kesultan. Pasalnya, semua sumber air sumur galian juga kehabisan air, termasuk sumur P2T.

“Dalam sehari rata-rata sumur P2T hanya beroperasi sekitar dua jam, mulai pukul 07.30-08.30 WIB. Itu pun hanya mampu mengisi dua tandon. Tak heran, setiap pagi warga selalu berebut air untuk keperluan memasak. Kami pasrah aja mas mau gimana lagi,” keluhnya.

Secara terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi Eko Heru Tjahjono saat dikonfirmasi mengatakan, menurut pemetaan BPBD diwilayah ngawi ada 9 kecamatan yang mengalami krisis air bersih dengan berbagai kategori. Yakni, kategori kering kritis, kering langka, kering terbatas.

“Untuk saat ini diutamakan dahulu wilayah dengan kategori kering kritis. Selain Kecamatan Karanganyar juga di Kecamatan Bringin dan Kasreman meliputi Desa Dampit, Kenongrejo, Suruh, dan Desa Gunungsari,” jelasnya.
Pewarta: cUnG
Editor: Kuncoro



Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda