PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Kamis, 24 September 2015

Home > > Dandim Bersama Forpimda, Shalat Idul Adha 1436 H di Masjid Agung Bangkalan

Dandim Bersama Forpimda, Shalat Idul Adha 1436 H di Masjid Agung Bangkalan

Dari NGAWI – ke BANGKALAN: Kodim 0829  bersama Forpimda dan ribuan warga Bangkalan melaksanakan shalat Idul Adha 1436H  di Masjid Agung Bangkalan.

NGAWI™ BANGKALAN–Komandan Kodim 0829/Bangkalan Letkol Sunardi Istanto, SH., bersama Forpimda Kabupaten Bangkalan dan warga Bangkalan melaksanakan shalat Idul Adha 1436H di Masjid Agung Bangkalan,(24/9/2015), pagi. Usai rangkaian kegiatan ibadah shalat Idul Adha, dilanjutkan pembacaan Sholawat Nabi dan pelaksanakan penyembelihan hewan kurban sejumlah 8 ekor sapi dan 25 ekor kambing.

Sementara gema Tabir, Seluruh Umat Islam Kab Bangkalan (Ahlul Sunnah Waljamaah/ Jemaah NU), dikumandangkan. Takbir dan Takmid dipimpin Bilal Masjid Ustad Mohamad Shodik.

Ustad Mohamad Shodik memperkirakan jemaah shalat Idul Adha di Masjid Agung Bangkalan sekitar 5.000 orang, lebih banyak dari tahun lalu yang jumlahnya sampai 4.000 orang.

Drs KH A Malik Madaniy menjadi imam sekaligus khatib dalam shalat yang mulai dilaksanakan pukul 07.00 WIB itu.

Dalam khotbah usai shalat, Drs KH A Malik Madaniy mengatakan umat Muslim bisa menjadikan Idul Adha sebagai momen untuk belajar dari Nabi Ibrahim dalam membangun keluarga serta mendidik anaknya, Nabi Ismail.

Ia menuturkan bahwa ketika Tuhan meminta Nabi Ibrahim melakukan sesuatu yang hampir mustahil dipenuhi umumnya orangtua yang mencintai anaknya, dia terlebih dulu meminta pendapat sang anak mengenai perintah itu.

"Sebagai anak yang mematuhi Allah dan orang tuanya, Ismail ikhlas menjalani perintah Allah," kata dia.

Kisah tersebut, menurut Drs KH A Malik Madaniy mengandung dua keteladanan. Pertama, kecintaan Ibrahim kepada anaknya tidak menjauhkan dirinya dari Allah. Kedua, sebagai orangtua, Ibrahim sangat dekat, bersahabat, dan komunikatif dengan anaknya.

Drs KH A Malik Madaniy menambahkan bahwa sebagai pemimpin, Nabi Ibrahim juga tampil sebagai pribadi yang tegar, tegas, dan penuh dedikasi. Disamping itu betapa pentingnya mengambil suatu keputusan yang profesional tentang kecintaan kita kepada sesama di dunia.(@hod)
Editor: Kuncoro

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda