PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 18 Desember 2015

Home > > Sempat Kejang, Ibu Rumah Tangga Meninggal Di Dalam Bus

Sempat Kejang, Ibu Rumah Tangga Meninggal Di Dalam Bus

Diduga Sakit Perut, Seorang Penumpang Bus Rosalia Indah Meninggal

NGAWI™NGAWI-Ngadeni(50) warga Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar Ngawi, tak menyangka akan ditinggal selamanya oleh istri tercintanya, Wagiyem (44). Saat itu pasutri ini berangkat dari terminal Bekasi dengan naik Bus Rosalia Indah nopol AD 1665 CF. Tragisnya, begitu masuk wilayah Ngawi, Wagiyem mendadak kejang. Meski sempat diberi pertolongan pertama, namun nyawa korban tak tertolong.

“Jelas kaget, si ibu itu duduknya berada dibelakang kursi saya dan dia bersama suaminya. Mendadak sakit seperti orang kejang tak begitu lama langsung meninggal dengan posisi duduk dikursi bus,” terang Fitri seorang perempuan yang mengaku penumpang Bus Rosalia Indah.

Sementara kata Hendri Kurniawan (33) sopir Bus Rosalia Indah menandaskan, sewaktu korban naik bus dari Terminal Bekasi terlihat kondisinya sehat tidak ada keluhan. Entah apa yang diderita penyakitnya korban mendadak meninggal didalam bus.

“Karena di lokasi meninggalnya korban tidak ada agen terdekat terpaksa saya teruskan sampai agen rosin yang ada di kota tepatnya di depan plaza Ngawi itu. Tidak ingin ada hal-hal lain saya langsung menghubungi polisi,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Ngawi Kota AKP Lilik Sulastri membenarkan meninggalnya korban yang tercatat sebagai warga Kecamatan Kedunggalar itu didalam bus yang ditumpangi korban dengan tujuan pulang kerumahnya.

Jelas Kapolsek Ngawi Kota, setelah di visum luar oleh tim medis dan meyakinkan penyebab kematian korban tidak ada faktor penyebab lain saat itu juga langsung diserahkan ke pihak keluarga.

“Petugas langsung kita terjunkan bersama medis dilokasi kejadian, hanya saja meninggalnya korban sampai sejauh ini masih diduga penyakit lamanya kambuh seperti gondok dan sakit perutnya,” terang AKP Lilik Sulastri.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda