PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 03 Februari 2016

Home > > Hendak Nyusul Kakek Diseberang Rel, Balita 2 Tahun Tersambar KA Sancaka

Hendak Nyusul Kakek Diseberang Rel, Balita 2 Tahun Tersambar KA Sancaka

Balita dua tahun di Ngawi, Tewas terseret KA Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya sejauh 40 meter

SINAR NGAWI™ Widodaren-Rendi Gustaf Pratama, balita dua tahun anak dari Gustafianto warga Dusun Jatisari,Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, tewas akibat tersambar KA Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya, diperlintasan wilayah setempat. Andik Rubiyanto pegawai PT KAI kepada pewarta menuturkan bahwa kereta api sudah berulang bunyikan klakson, namun korban masih nekat menyebrang lintasan rel.

“Ya maklumlah karena masih balita ketika kereta api sudah berulangkali membunyikan klakson korban nekat saja menyeberang rel. Dan tubuhnya langsung terseret hingga jauh,” terang dia.

Kronologi peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.35 WIB, (03/02), bermula Rendi, sapaan akrab korban, hendak menyusul kakeknya Sunarto di sawah yang berlokasi diseberang rel kereta api.

Tanpa sepengetahuan pihak orangtuanya, bocah malang tersebut berjalan begitu saja tanpa memperhatikan kereta api yang lewat dan langsung nyelonong ke rel.

Dikabarkan, korban terseret KA Sancaka sejauh 40 meter hingga korban tewas ditempat kejadian.

Sontak, kejadian yang menimpa bocah balita itu menggegerkan warga setempat. Karena kondisi korban sudah tewas, para warga pun langsung menghubungi Polsek Widodaren dan medis.

Kapolsek Widodaren AKP Juwahir membenarkan adanya kejadian kecelakaan dengan korban masih balita. Setelah melakukan olah TKP demikian juga visum luar oleh tim medis jenasah korban langsung diserahkan ke pihak keluarganya untuk segera dimakamkan.

“Dengan adanya peristiwa itu menjadikan pelajaran penting kita semua terlebih bagi mereka yang masih mempunyai anak balita. Jangan sampai lengah ataupun teledor dalam mengawasi buah hatinya ketika masih balita hal ini kalau terjadi akan berakibat fatal seperti yang dialami Rendi,” pungkas Kapolsek Widodaren AKP Juwahir.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda