PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 15 April 2016

Home > > Selang Dua Hari, Jasad Penambang Pasir Asal Ponorogo Ditemukan Di Ngawi

Selang Dua Hari, Jasad Penambang Pasir Asal Ponorogo Ditemukan Di Ngawi

Terseret arus sungai madiun, Warga Ponorogo ditemukan di Ngawi

SINAR NGAWI™ Kandangan-Selang 2 hari dinyatakan hilang terseret arus sungai, Jasad Sutrisno (25) warga Ponorogo yang kesehariannya sebagai penambang pasir ditemukan di Kali Madiun tepatnya masuk Dusun Desan, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi Kota, sekitar puku 08.30 WIB. Sasmo Semin(60), warga setempat mengatakan, pagi itu dirinya melihat ada sesosok mayat mengambang di sungai.

“Tadi ada teriakan yang mengatakan ada mayat terseret banjir begitu saya dekati ternayta benar. Kemudian saya pinggirkan mayat itu dengan bambu panjang,” terang dia.

Tak selang lama, tim medis bersama petugas Polsek Ngawi Kota demikian juga petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi mendatangi lokasi penemuan mayat.

Hasilnya sesuai pemeriksaan medis, tidak ditemukan kekerasan pada jasad korban maupun hantaman benda tumpul lainya. Dengan demikian korban langsung di evakuasi ke RSUD Dr Soeroto Ngawi sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

Sementara itu informasi yang berhasil dikumpulkan, korban atas nama Sutrisno tercatat sebagai warga Dusun Jarak, Desa Prajekan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo. Hal itu dibenarkan langsung oleh AKP Denny Kapolsek Sukorejo saat melihat kondisi jasad korban di RSUD dr Soeroto Ngawi.

“Bahwa korban sesuai ciri-ciri yang dimiliki memang benar jenasah itu merupakan Sutrisno dari Ponorogo yang terseret arus sungai sewaktu banjir dua hari kemarin itu. Kepastian tersebut mendasar keterangan dari pihak keluarga korban yang memeriksa jenasah,” ungkap AKP Denny.

Tambahnya, Sutrisno sesuai keterangan dari pihak keluarga memang mengindap epilepsi. Bahkan sebelum kejadian atau tiga hari sebelumnya penyakit epilepsi yang diderita korban tengah kambuh.
Pewarta: kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda