PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Sabtu, 18 November 2017

Home > > Orok Perempuan Berumur Dua Hari Ditemukan Warga Hanyut Di Bengawan Solo

Orok Perempuan Berumur Dua Hari Ditemukan Warga Hanyut Di Bengawan Solo

Penemuan mayat bayi di bengawan solo

SINAR NGAWI™ Ngawi-Penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang hanyut dialiran Bengawan Solo sekitar pukul 14.15 WIB, masuk wilayah Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu Ngawi, menggegerkan warga setempat. Saat dikonfirmasi pewarta, Kapolsek Pitu Iptu Subandi membenarkan penemuan bayi malang ini diwilayah hukumnya, dan kini berada di RSUD dr.Doeroto Ngawi.

“Kami langsung menginformasikan kepada petugas Basarnas. Kebetulan saat juga sedang menyisir aliran Bengawan Solo untuk mencari remaja asal Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren yang hilang dua hari sebelumnya.,” terang dia.

Tambahnya, Kali pertama, mayat bayi yang sudah membusuk tersebut bermula dari kesaksian Nyoto (47) warga Desa Dumplengan saat memancing dipinggiran Bengawan Solo.

“Pas sore tadi saya mancing kebetulan kondisi Bengawan Solo banjir tiba-tiba melihat ada tubuh bayi mengambang. Terus saya teriak memberitahukan kepada petugas yang naik perahu karet untuk mengangkat tubuh bayi tadi,” terang Nyoto.

Sementara, dari hasil observasi dan pemeriksaan secara detail oleh tim medis RSUD dr Soeroto Ngawi bisa diketahui mayat bayi diprediksi meninggal atau hanyut di Bengawan Solo sudah tiga hari lamanya.

Sedangkan umur bayi berjenis kelamin perempuan itu kemungkinan baru berumur dua hari. Dari terakhir dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematian.

Dari hasil penyelidikan hingga sejauh ini bisa diduga kuat jika mayat bayi berasal dari hulu Bengawan Solo bukan dari wilayah Ngawi.

Meski demikian, pihaknya mempersilahkan apabila ada keluarga yang merasa kehilangan bayinya segera mendatangi RSUD dr Soeroto Ngawi atau aparat kepolisian terdekat.

“Yang merasa punya bayi hilang baik itu dari Ngawi sendiri maupun luar daerah terutama Sragen ataupun Solo silahkan cek ke RSUD dr Soeroto Ngawi atau hubungi petugas. Jika dalam sepekan atau tujuh hari tidak ada yang mengambil mayat bayi itu akan dimakamkan,” tegas Iptu Subandi.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda