PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 03 Januari 2018

Home > > Dua Pria Ngawi Meninggal ..Satu Tersengat Setrum Ikan.. Satunya Terbakar

Dua Pria Ngawi Meninggal ..Satu Tersengat Setrum Ikan.. Satunya Terbakar

Kejadian awal tahun baru 2018 di Ngawi

SINAR NGAWI ™ Ngawi-Mulyadi (34) warga Dusun Jublek, Desa Gerih Kecamatan Gerih, Ngawi ditemukan tak bernyawa di sungai yang tak jauh dari rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB. Kapolsek Geneng AKP Munaji, membenarkan kejadian ini di wilayah hukumnya dan diduga korban meninggal akibat terkana setrum dari alat pencari ikan yang bertenaga accu.

“Ketika diangkat dari air ternyata korban atas nama Mulyadi ini kondisinya memang sudah meninggal. Kemudian peristiwa itu dilaporkan pada kita dan langsung bergerak dilokasi kejadian,” terang dia.

Disebutkan sebelumnya sekitar pukul 06.00 WIB pada Rabu pagi korban berangkat dari rumah dengan tujuan mencari ikan di sungai dengan memakai alat setrum bertenaga accu.
Kebetulan dua jam kemudian Samirin warga desa setempat lewat dekat jembatan bambu di atas sungai menemukan alat setrum ikan yang dibawa korban.

Merasa curiga lantas saksi ini mencoba mencari keberadaan korban ternyata Mulyadi ditemukan dalam kondisi tengkurap didalam air.

Tanpa pikir panjang, atas temuan itu membuat Samirin kaget dan meminta tolong kepada warga lainya untuk mengangkat korban dari sungai.

“Karena tidak ada warga yang tahu pas kejadian membuat nyawa korban tidak tertolong. Dan pihak keluarga mendasar pemeriksaan medis sudah menerima kejadian itu sebagai musibah kemudian jenasahnya dimakamkan,” pungkas AKP Munaji.

Terpisah, kejadian mengenaskan juga dialami lelaki paruh baya (56), pria warga Dusun Gebang, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren juga ditemukan tewas dengan kondisi tubuhnya melepuh saat rumahnya terbakar yang diduga akibat konsleting listrik.

“Penyebab kebakaran rumah yang menyebabkan satu orang meninggal diduga kuat akibat hubungan arus pendek. Mengingat korban sebelumnya mengalami sakit stroke sehingga ketika kobaran api mulai menjalar korban tidak bisa menyelamatkan diri,” terang Kapolsek Widodaren AKP Juwahir.

Sementara, Sukamti (68) yang kebetulan rumahnya berada dibelakang rumah korban sempat melihat ada kobaran api. Sontak dirinya teriak minta tolong jika ada kebakaran dari rumah Hasan.

Namun sayangnya, semua pintu rumah korban ini posisinya terkunci dari dalam membuat warga berusaha membuka dengan paksa dengan cara menjebol.

Setelah berhasil masuk, warga menemukan Hasan(Korban-Red) sudah meninggal dalam kondisi tergeletak diatas ranjang dengan kondisi terbakar hampir sekujur tubuhnya.
Pewarta: Kun/pr
Editor: Kuncoro


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda