PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Rabu, 17 Januari 2018

Home > > Kendalikan Penyakit BLAS Tanaman Padi Guna Memaksimalkan Masa Tanam OKMAR

Kendalikan Penyakit BLAS Tanaman Padi Guna Memaksimalkan Masa Tanam OKMAR

Hama tanaman padi BLAS

SINAR NGAWI ™ Bojonegoro-Masa tanam ke II periode Oktober-Maret (OKMAR) yang berlangsung di Desa Trenggulunan Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, dipantau langsung oleh penyuluh pertanian, BabinsaTNI, dan kelompok tani setempat. Petugas PPL Desa Trenggulunan Mujianto menjelaskan bahwa hama Blas menjadi perhatian khusus karena keganasannya.

“Hama Blas yang sering menyerang padi adalah sejenis cendawan dengan nama latin Pyricularia Grisea, dapat menyerang daun padi, buku batang, leher malai, malai padi, bulir padi dan kolar daun. Penyakit blas tidak hanya menyerang tanaman padi, tetapi dapat menyerang tanaman lain seperti gandum, sorgum dan spesies rumput-rumputan," terang dia.

Tambahnya, serangan hama blas dapat mengakibatkan berkurangnya biji gabah atau bulir padi yang dihasilkan tiap tangkai, gabah menyusut dan bahkan bisa berakibat fatal dengan matinya tanaman padi sebelum berbunga.

Masih ditempat yang sama, Babinsa Koramil Ngasem Sertu Purwanto menjelaskan bahwa pendampingan TNI dan PPL ini merupakan salah satu metode dalam mendongkrak kuantitas serta kualitas hasil panen di wilayah Bojonegoro.

"Dengan meningkatnya produksi panen padi diharapkan dapat mengurangi import beras dan menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu lumbung padi Jawa Timur," ungkapnya.

Sementara, Satirin Ketua Kelompok Tani mengatakan bahwa penyampaian informasi tentang jenis-jenis hama dan langkah penanggulangannya merupakan suatu langkah tepat dari pemerintah kabupaten dalam membantu petani meningkatkan produksi padi.

"Pun demikian dengan pendampingan dari Babinsa Koramil Ngasem juga menjadi penambah semangat dalam swasembada pangan menuju ketahanan pangan nasional," imbuhnya. (Penrem 082/CPYJ)
Editor: Kuncoro

Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda