PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Jumat, 29 Oktober 2021

Home > > Kemitraan Dan Meningkatnya Kualitas Jadi Kunci Kesejahteraan Petani Tembakau

Kemitraan Dan Meningkatnya Kualitas Jadi Kunci Kesejahteraan Petani Tembakau

Pabrik rokok Di Ngawi

SN-Media™ Ngawi-Bertani tembakau butuh hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan pertanian padi, guna mendapatkan produksi tembakau dengan mutu yang baik banyak faktor yang harus diperhatikan.

Berbagai upaya dilakukan salah satunya dengan meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) petani tembakau dengan melakukan pelatihan budidaya tembakau dan penguatan kelembagaan petani melalui pembinaan administrasi kelembagaan kelompok, yang berlangsung di 4 kecamatan yaitu Karangjati, Bringin, Kasreman dan Kedunggalar. 

Hastanina Hatimurti, Kepala Bidang Penyuluh Pertanian, pada Dinas Pertanian Ngawi mengatakan bahwa sebenarnya penurunan produksi pertanian tembakau dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya hilangnya mitra petani tembakau dan kualitas tembakau Ngawi yang masih harus terus ditingkatkan. 

Pelatihan budidaya tanaman tembakau yang diadakan Dinas pertanian kepada 4 kelompok tani di Ngawi, menghadirkan nara sumber praktisi tembakau, APTI dan dari balai penelitian tanaman pemanis dan serat (Balitas) Karangploso Malang. 

“Materi pelatihan yang diberikan adalah morfologi tanaman tembakau, varietas dan syarat tumbuh, budidaya tanaman tembakau, hama penyakit dan cara penanggulangan, serta pasca panen tembakau,” kata dia. 

Untuk menambah wawasan tentang budidaya tembakau, masih menurutnya, Dinas pertanian setempat juga mengajak petani tembakau untuk mengikuti studi lapangan ke kabupaten Probolinggo sebagai salah satu wilayah dengan produksi pertanian tanaman tembakau yang besar, yaitu dengan total luasan lahan 10.074 hektar serta 5 varietas tembakau unggulannya, yaiti Paiton 1, 2, 3, 4 dan 5 dengan harga pasar yang tinggi. 

Dengan pelatihan dan studi lapangan, sambungnya, diharapkan petani tembakau Ngawi mendapatkan tambahan ilmu yang bermanfaat, bertukar pengalaman dan mendapatkan relasi baik sesama petani tembakau maupun vendor. 

“Dengan demikian para petani tembakau, khusunya di Ngawi, lebih semangat dalam budidaya tembakau sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani tembakau,” pungkasnya. 

Pewarta: TiM
Editor : Yas
Copyright : SNM


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda