PEMBERITAHUAN KEPADA KHALAYAK UMUM: Berhubung maraknya SMS ataupun Telepon yang mengatasnamakan Blog Media Sinar Ngawi, yang isinya meminta-minta sesuatu, diharapkan untuk lebih waspada dan hati-hati dan tidak menanggapi hal tersebut
Custom Search

Senin, 26 September 2022

Home > > Lakukan Fieldtrip, Cari Terobosan Baru Guna Tingkatkan Agribisnis Tembakau Di Ngawi

Lakukan Fieldtrip, Cari Terobosan Baru Guna Tingkatkan Agribisnis Tembakau Di Ngawi

Berita produksi tembakau

SN-Media™ Sebagai penghubung antara masyarakat petani khususnya petani tembakau dengan pemerintah, kegiatan kunjungan lapang (fieldtrip) adalah pendekatan pembangunan SDM serta membahas isu-isu terkini sesuai di lapangan guna meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi tembakau.

Hendro Budi Suryawan, Kabid Perkebunan dan Holtikultura pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) ngawi mengatakan bahwa fieldtrip agribisnis tembakau bekerja sama dengan DKPP Kabupaten Bondowoso, UPTD Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, PT. Natobin Internasional Kabupaten Bondowoso, dan PT. Dwi Cahaya Tembakau Kabupaten Bondowoso. 

Kegiatan yang dilaksanakan pada 12-13 September 2022 lalu, masih menurutnya adalah bertujuan untuk sebagai sarana studi banding sekaligus studi tiru dikarenakan kabupaten Bondowoso merupakan daerah penghasil Tembakau terbesar nomor 5 di Jawa Timur dengan total luas sebesar 1300 Hektar. 

Untuk Varietas unggulan yang di budidayakan di Kabupaten Bondowoso dan mempunyai nilai jual tertinggi yaitu varietas Miasan 1, Maisan 2, Maisan 3, dan Maisan 4, yang mana di Kabupaten Bondowoso tembakau juga di manfaatkan untuk diversifikasi produk yang dilakukan oleh UPTD Dinas Kesehatan bagian Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional. 

Bentuk hasil diversifikasi produk tembakau di beri nama Tobacco Divine Kretek, Tobasec, dan Incese Tobacco, yang mana hasil diversifikasi tembakau tersebut digunakan untuk mengendalikan serangga yang ramah lingkungan serta digunakan untuk pengobatan penyakit. 

Hasil lainnya, dari diversifikasi tembakau berupa Tobacco Divine Kretek menjadi produk untuk kesehatan, yang diolah sedemikian rupa termasuk menghilangkan radikal bebasnya dengan menambahkan scavenger (zat pengikat radikal bebas) dan zat nikotin yang dibuat ukuran nano sehingga nikotin bisa keluar dan masuk melalui celah antar sel. 

Batang tembakau serta limbah tembakau lainnya yang tidak bisa di jual, akan diolah kembali dan menjadi produk eksport sampai manca negara sehingga bernilai jual tinggi oleh PT. Natobin Internasional. 

Sementara di kabupaten Bondowoso, juga terdapat salah satu produk tembakau yang bernilai jual tinggi yaitu Cerutu, yang dibudidayakan dengan konsep budidaya dengan rumah kaca atau budidaya yang tidak kenal musim oleh PT. Dwi Cahaya Tembakau. Produksi cerutu yang dihasilkan juga sudah berhasil di ekspor sampai manca negara.  

Pewarta: Dam-Yas
Editor : Kuncoro
Copyright : SNM


Artikel Terkait



0 komentar:

Posting Komentar

Terima-kasih atas partisipasi anda