SN-Media™ Ngawi - Zebra Finch atau burung pipit estrildid dikenal berwarna mencolok, pemakan biji-bijian, serta mudah dibudidayakan, menjadikannya komoditas hobi potensial yang mulai dilirik warga Ngawi.
Burung asal Australia dan Timor Leste ini tampil menawan dengan perpaduan abu-abu, hitam, oranye, garis menyerupai zebra, bahkan varian putih polos yang tak kalah diminati oleh penghobi lokal.Meski bukan burung ocehan, daya tarik Zebra Finch justru terletak pada estetika bulu dan karakter jinak, sehingga pasarnya relatif stabil di kalangan penghobi pemula maupun kolektor.
Peluang tersebut ditangkap Budiyono, warga Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, yang menekuni budidaya Zebra Finch dari hobi rumahan, kini berkembang menjadi usaha menjanjikan bagi keluarga.
Di kediamannya, belasan sangkar berisi pasangan indukan tertata rapi untuk produksi, menandai keseriusan budidaya yang masih jarang digeluti peternak lokal Ngawi hingga kini berjalan konsisten.
Dia menjelaskan, beternak Zebra Finch tergolong mudah, termasuk bagi pemula, karena kebutuhan pakan sederhana dan adaptasi lingkungan cepat tanpa perawatan harian berlebih biaya tinggi tambahan.
"Pakan utama berupa biji-bijian seperti milet, sementara sayuran hijau, misalnya kangkung dan sawi, diberikan sebagai suplemen nutrisi guna menjaga kondisi indukan tetap prima sepanjang masa produksi," jelasnya.
Keunggulan lain, Zebra Finch dikenal cepat berproduksi, dengan betina mulai bertelur pada usia sekitar empat bulan, memberi siklus panen relatif singkat bagi peternak rumahan Ngawi pemula.
Masih menurutnya, bahwa dalam sekali produksi, satu betina mampu menghasilkan empat hingga enam telur, dierami sekitar dua belas hari, lalu menetas serempak sehingga efisiensi waktu beternak semakin terasa nyata.
"Saat anakan berusia sekitar dua puluh lima hari dan mandiri makan, indukan kembali bertelur, menjadikan perputaran produksi cepat, perawatan ringan, serta kontinuitas usaha terjaga stabil berkelanjutan," ungkapnya lagi.
Dari sisi pasar, harga sepasang indukan siap produksi berkisar dua ratus ribu rupiah, angka yang dinilai menarik, terutama bagi pelaku usaha skala rumahan di Ngawi saat ini.
Pun nilai jual dapat meningkat dipengaruhi kualitas warna bulu dan postur tubuh, sebab kombinasi corak cerah dan tubuh besar kerap diburu kolektor, memperkuat prospek budidaya Zebra Finch.
Budidaya ini juga membuka peluang edukasi keluarga, karena prosesnya sederhana, aman bagi lingkungan rumah, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis hobi yang berkelanjutan di tingkat desa Ngawi.
Dengan pasar yang terus tumbuh, Zebra Finch dinilai layak dikembangkan di Ngawi, memperkaya ragam usaha mikro, sekaligus menguatkan jejaring penghobi burung nonkicau lokal daerah Mataraman Timur.
Simak Berita Menarik Lainnya di: Chanel Whatsapp Juga di: Google News
Pewarta: Tim-H
Editor : Asy
Foto/iLst : dok H
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda