SN Media™ Ngawi - Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian beberapa waktu lalu mengintensifkan pengawasan keamanan pangan yang beredar di masyarakat, khususnya komoditas segar asal tumbuhan di pasar tradisional.
Kepala Bidang Keamanan dan Diversifikasi Pangan DKPP setempat, Denny Apriyanto, menjelaskan bahwa proses pengambilan sampel disertai penjelasan terbuka kepada pedagang terkait tujuan pengawasan demi perlindungan konsumen.“Pengawasan ini kami lakukan secara berkala melalui skema post market, untuk memastikan bahan pangan yang beredar benar-benar aman dikonsumsi masyarakat serta sesuai standar yang telah ditetapkan,” terang Denny, Kamis (09/04/2026).
Dia menambahkan, petugas di lapangan melakukan pengambilan sampel secara acak terhadap berbagai komoditas yang dijual pedagang, dengan tetap mengedepankan prosedur serta pendekatan persuasif kepada pelaku usaha.
Dapat diinformasikan, kegiatan yang dilaksanakan beberapa pekan yang lalu menyasar empat pasar utama yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, yakni Pasar Karangjati, Pasar Pojok Kwadungan, Pasar Jogorogo, serta Pasar Sine.
Komoditas yang diperiksa meliputi beras, sayuran, buah-buahan, daging, hingga ikan asin yang menjadi kebutuhan harian masyarakat dan berpotensi terpapar bahan tambahan berbahaya. Setiap sampel yang diambil kemudian diuji menggunakan metode rapid test guna mendeteksi secara cepat kemungkinan adanya kandungan formalin maupun residu pestisida yang dilarang penggunaannya.
Hasil pengujian awal saat itu menunjukkan sebagian besar sampel berada dalam kondisi aman untuk dikonsumsi, meski ditemukan beberapa indikasi positif yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Terhadap temuan tersebut, petugas segera melakukan tindak lanjut dengan pengambilan sampel tambahan untuk diuji di laboratorium guna memastikan hasil yang lebih akurat.
Uji laboratorium menjadi tahapan penting dalam pengawasan pangan karena mampu memberikan kepastian kandungan zat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan atau tindakan lanjutan. Selain pengujian, petugas juga memberikan edukasi kepada pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya serta menjaga mutu produk yang dijual demi keamanan konsumen.
“Melalui pengawasan rutin ini, kami berharap peredaran pangan yang tidak memenuhi standar dapat ditekan sejak dini, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pangan yang beredar di pasaran,” pungkas Denny.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: Kun
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda