SN Media™ Ngawi – Pendamping program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ngawi terus bergerak melakukan penjangkauan calon peserta didik dari keluarga kurang mampu. Proses pendataan dilakukan langsung menyasar warga berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2..
Program pendidikan gratis berkonsep berasrama itu sementara mulai menjaring calon siswa tingkat SMP dan SMA. Para pendamping turun langsung ke rumah warga guna memastikan kesiapan keluarga apabila anaknya nantinya mengikuti pendidikan dalam lingkungan asrama pemerintah.Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngawi, Bonadi menerangkan, pola penjangkauan dilakukan melalui pendekatan persuasif kepada orang tua calon siswa. Langkah itu ditempuh agar masyarakat memahami sistem pendidikan maupun pola pembinaan dalam program Sekolah Rakyat.
“Pendamping melakukan penjangkauan langsung berbasis DTSEN desil 1 dan 2. Mereka mendatangi keluarga calon siswa untuk melakukan pendekatan dan memastikan kesediaan orang tua secara lisan,” ujar Bonadi.
Terkonfirmasi, saat berita ini diturunkan, jumlah sementara calon siswa tingkat SMA mencapai 83 anak. Sementara tingkat SMP tercatat sebanyak 63 anak. Adapun untuk jenjang SD masih belum terisi karena sementara difokuskan untuk penerimaan peserta didik kelas awal.
Bonadi menambahkan, setelah orang tua menyampaikan kesanggupan secara lisan, tahapan berikutnya dilakukan melalui penginputan data ke dalam aplikasi khusus. Data tersebut nantinya menjadi dasar proses lanjutan sebelum calon siswa ditetapkan secara resmi mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Setelah ada kesanggupan dari orang tua, datanya dimasukkan ke aplikasi. Dari situ nanti baru diproses lebih lanjut untuk penetapan calon siswa Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Di sisi lain, progres pembangunan kompleks Sekolah Rakyat yang berada di Dusun Ngudal, Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, juga terus dikebut. Memasuki minggu ke-22 pelaksanaan, progres pengerjaan fisik disebut telah menembus lebih dari 58 persen.
Kawasan pendidikan terpadu tersebut nantinya dilengkapi beragam fasilitas penunjang kegiatan belajar maupun kebutuhan tempat tinggal siswa. Pembangunan mencakup gedung pembelajaran, asrama, sarana ibadah, hingga fasilitas pendukung aktivitas harian para penghuni lingkungan Sekolah Rakyat.
“Bangunan yang dikerjakan meliputi gedung serbaguna, ruang sekolah mulai SD sampai SMA, asrama putra dan putri, tempat ibadah, asrama guru, TPA, kantin hingga fasilitas olahraga. Total ada 21 gedung,” pungkasnya.
Berita Sinar Ngawi Media Juga Bisa di Simak melalui : Chanel Whatsapp Atau: Google News
Pewarta: dam
Editor : Asy
Foto/iLst : Dok
*** : ----
Copyright : SNM
0 comments:
Posting Komentar
Terima-kasih atas partisipasi anda